Ambon,TikMalukuNews.com – Dalam menyemarakkan bulan suci Ramadan, MTs Negeri Ambon menghadirkan berbagai program keagamaan dan sosial yang sarat makna. Selain tetap menjalankan proses pembelajaran, madrasah juga menggelar Pesantren Ramadan serta program “Madrasah Berbagi” sebagai wujud kepedulian dan penguatan karakter siswa.
Memasuki pekan awal Ramadan, kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung dengan penyesuaian durasi waktu. Setiap jam pelajaran dipersingkat menjadi 20 menit guna menyesuaikan waktu kepulangan siswa dan menjaga efektivitas pembelajaran di bulan suci.
Kepala MTs Negeri Ambon, Riyadi, menjelaskan bahwa penyesuaian ini dilakukan tanpa mengurangi esensi pembelajaran.
“Di minggu awal Ramadan, kami tetap mengikuti prosedur pembelajaran. Hanya saja durasi jam pelajaran kami kurangi menjadi 20 menit agar menyesuaikan waktu dan kondisi siswa yang berpuasa,” ujar Riyadi.
Khusus untuk siswa kelas VII dan VIII, madrasah menyelenggarakan Pesantren Ramadan yang diisi dengan tadarus Al-Qur’an, tausiyah, pembinaan ibadah, serta penguatan akhlak.
“Pesantren Ramadan ini kami fokuskan untuk kelas VII dan VIII agar mereka mendapatkan penguatan spiritual dan pembiasaan ibadah selama bulan suci,” tambahnya.
Sementara itu, siswa kelas IX difokuskan pada persiapan menghadapi Tes Kompetensi Akademik (TKA). Dengan keterbatasan ruang belajar, pelaksanaan pembelajaran diatur secara bergantian agar tetap kondusif dan efektif.
“Untuk kelas IX, kami tetap menyesuaikan dengan kebutuhan akademik mereka. Guru-guru kami arahkan untuk fokus pada penguatan materi dan stimulasi soal, sehingga dinamika Ramadan tidak mengurangi kualitas persiapan mereka menghadapi TKA,” jelas Riyadi.
Tak hanya aspek spiritual dan akademik, kepedulian sosial juga menjadi perhatian utama. Melalui program “Madrasah Berbagi” yang rutin dilaksanakan setiap tahun, siswa diajak untuk berinfaq dan bersedekah bagi masyarakat yang membutuhkan. Pengumpulan infaq dikoordinasikan bersama pembina OSIM dan akan disalurkan kepada warga kurang mampu dalam bentuk paket sembako maupun kegiatan berbagi takjil dan buka puasa bersama.
“Kami ingin menanamkan rasa empati kepada anak-anak. Ramadan bukan hanya tentang meningkatkan ibadah pribadi, tetapi juga tentang berbagi dengan sesama, terutama mereka yang membutuhkan,” ungkapnya.
Selain itu, madrasah juga menekankan pentingnya pelaksanaan salat berjamaah di musala sekolah. Para guru turut mendampingi dan mengawal siswa agar ibadah berjalan tertib dan khusyuk.
“Kami minta para guru untuk bersama-sama mendampingi siswa saat salat berjamaah. Ini bagian dari pembinaan karakter religius anak-anak, agar mereka terbiasa disiplin dan merasakan kebersamaan dalam ibadah,” tutup Riyadi.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, MTs Negeri Ambon berharap Ramadan benar-benar menjadi bulan penuh berkah—menguatkan iman, memperdalam ilmu, serta menumbuhkan kepedulian sosial di kalangan generasi muda.(TM-01)
