LANGGUR,TikMalukuNews.com– Bupati Maluku Tenggara menekankan pentingnya rasa syukur, penguatan iman, dan persaudaraan dalam kehidupan bermasyarakat.
Hal itu disampaikan dalam sambutan tertulis Bupati yang dibacakan Wakil Bupati Maluku Tenggara, Charlos Viali Rahantoknam, pada Resepsi Syukur HUT ke-28 Jemaat GPM Anugerah Tahun 2026.
Atas nama Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara, Bupati menyampaikan ucapan selamat ulang tahun kepada seluruh warga Jemaat GPM Anugerah.
Ia menilai perjalanan 28 tahun menjadi bukti kesetiaan dalam pelayanan, ketekunan iman, serta kebersamaan umat.
“Rentang waktu 28 tahun menunjukkan kepada kita semua tentang jejak kesetiaan dalam pelayanan, ketekunan iman, dan kebersamaan umat,” ujar Bupati dalam sambutan tertulisnya.
Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada Majelis Jemaat dan seluruh jajaran pelayanan yang selama ini dinilai telah memberikan kontribusi nyata dalam pembinaan umat dan menciptakan ketenteraman di tengah masyarakat Kabupaten Maluku Tenggara, khususnya di wilayah ibu kota kabupaten.
Menurutnya, tema HUT ke-28 Jemaat GPM Anugerah, “Berakar Dalam Iman, Bertumbuh Dalam Kasih Karunia,” memiliki makna penting dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan. Iman yang berakar kuat, kata Bupati, akan membuat umat tidak mudah goyah menghadapi perubahan zaman, tekanan ekonomi maupun berbagai isu yang berpotensi memecah persatuan.
Ia menegaskan, pertumbuhan iman tidak boleh hanya diwujudkan dalam kehidupan peribadatan, tetapi harus tercermin melalui perilaku yang memberikan manfaat bagi sesama dan lingkungan. Dalam konteks tersebut, gereja dan pemerintah memiliki peran yang saling melengkapi dalam pembangunan daerah.
“Gereja bukanlah semata objek pembangunan, gereja adalah mitra untuk kemajuan daerah dan masyarakat,” tegasnya.
Bupati menilai gereja memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, terutama melalui pembentukan karakter, penguatan keluarga, dan pendampingan sosial.
Pembinaan anak, remaja, dan pemuda menjadi investasi jangka panjang untuk menghadapi berbagai tantangan, termasuk penyalahgunaan narkoba, minuman keras, perjudian, kekerasan dalam rumah tangga, serta dampak negatif media digital.
Khusus bagi Jemaat GPM Anugerah yang berada di kawasan Ohoijang-Langgur, Bupati mengingatkan pentingnya menjaga persatuan di tengah derasnya arus informasi dan perkembangan digital. Gereja diharapkan terus menjadi sumber kesejukan dengan menyampaikan pesan-pesan persaudaraan, persatuan, dan kebersamaan.
“Umat perlu dibekali kemampuan menyaring informasi, merespons segala sesuatu dengan kepala dingin dan pemikiran yang jernih, serta selalu mengutamakan persatuan dan kesatuan dalam menjaga harmoni di masyarakat,” katanya.
Mengakhiri sambutannya, Bupati menyampaikan tiga harapan bagi Jemaat GPM Anugerah. Pertama, menjadi jemaat yang berakar kuat dalam iman dan tidak mudah digoyahkan oleh tantangan zaman. Kedua, terus bertumbuh dan menghasilkan buah bagi warga jemaat maupun masyarakat sekitar.
Ketiga, menjadi teladan dalam kemandirian, baik secara rohani, sosial maupun ekonomi.













