Jumat, Jemaah Haji Maluku Tiba di Ambon Dua Meninggal dan Tanazul

oleh -0 views
banner 468x60

AMBON,TikMalukuNews.com– Jemaah haji asal Provinsi Maluku yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 24 dijadwalkan tiba di Ambon pada Jumat (19/6/2026) setelah menuntaskan seluruh rangkaian ibadah haji di Tanah Suci.

banner 336x280

Kedatangan para jemaah akan melalui Bandara Pattimura Ambon sebelum diarahkan ke Asrama Haji Waiheru untuk mengikuti prosesi penyambutan dan penyerahan kepada pemerintah daerah.

Kepala Kementerian Haji (Kemenhaj) Kota Ambon, Amir Machmud Latar, kepada media ini, Senin (15/6/2026), menjelaskan bahwa saat ini para jemaah masih berada di Madinah dan dijadwalkan bertolak menuju Embarkasi Hasanuddin Makassar pada 18 Juni. Selanjutnya, pada 19 Juni, mereka akan diterbangkan ke Ambon menggunakan maskapai Garuda Indonesia dalam tiga penerbangan (flight).

“Insya Allah jemaah tiba di Bandara Pattimura sekitar pukul 03.00 WIT. Setelah jeda beberapa menit, akan menyusul dua penerbangan berikutnya pada hari yang sama,” ujarnya.

Namun, dari total 389 jemaah haji Kota Ambon yang berangkat tahun ini, dua orang dilaporkan meninggal dunia di Arab Saudi. Kedua jemaah tersebut adalah Hj. Sri Nafisa Quiliem dan Darmi Hukom. Selain itu, dua jemaah lainnya, yakni Hj. Halija Holle dan Juleha Tuasikal, melakukan tanazul atau perubahan jadwal kepulangan karena alasan kesehatan.

Amir menjelaskan, saat ini jumlah jemaah yang masih berada di Madinah sebanyak 385 orang. Dua jemaah yang melakukan tanazul telah dipulangkan lebih awal setelah seluruh rukun dan wajib haji mereka dinyatakan selesai. Sementara dua jemaah yang meninggal dunia juga tetap dinyatakan sebagai haji karena telah memenuhi ketentuan yang berlaku.

“Dua jemaah yang tanazul dipulangkan lebih awal karena kondisi kesehatan. Namun seluruh proses ibadah hajinya, termasuk rukun dan wajib haji, sudah dilaksanakan. Begitu juga dengan jemaah yang meninggal dunia, semuanya tetap dinyatakan sebagai haji,” jelasnya.

Terkait barang bawaan, Amir mengatakan jemaah hanya diperbolehkan membawa koper kecil saat kepulangan. Sementara koper besar akan dikirim bersama kloter berikutnya.

Adapun barang milik jemaah yang meninggal dunia akan diserahkan kepada ahli waris setelah seluruh proses pemulangan jemaah selesai.
Sementara itu, santunan asuransi bagi jemaah yang meninggal dunia akan diproses oleh Kementerian Haji pusat dan disalurkan langsung ke rekening ahli waris.

Besaran santunan diperkirakan setara dengan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) yang telah dibayarkan jemaah, meski nominal pastinya masih menunggu ketentuan resmi dari pemerintah pusat.


“Besaran pastinya kami belum mengetahui, tetapi berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya nilainya setara dengan Bipih. Proses pencairannya diatur oleh Kementerian Haji pusat setelah seluruh penyelenggaraan ibadah haji selesai,” katanya.

Setibanya di Ambon, para jemaah akan dibawa dari Bandara Pattimura menuju Asrama Haji Waiheru untuk diterima Panitia Haji Antara. Selanjutnya mereka akan diserahkan kepada panitia kabupaten/kota. Khusus jemaah Kota Ambon, setelah itu akan diantar ke pelataran Masjid Raya Al Fatah untuk dijemput oleh keluarga masing-masing.

Amir juga mengimbau masyarakat dan keluarga penjemput agar tidak memarkirkan kendaraan di area pelataran Masjid Al Fatah. Hal tersebut dilakukan untuk menghindari kemacetan dan memastikan kelancaran arus bus yang mengangkut jemaah dari Asrama Haji Waiheru menuju lokasi penjemputan.

“Kami berharap keluarga yang menjemput dapat memarkirkan kendaraan di luar pelataran masjid agar tidak mengganggu mobilitas bus yang mengangkut jemaah haji,” pungkasnya.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.