Bula,TikMalukuNews.com-Untuk memastikan kesesuaian pelaksanaan program dan proyek pada sejumlah satuan kerja (satker), serta mengukur efektivitas pelaksanaan dan memperoleh informasi terkini, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku, Dr. H. Yamin, S.Ag., M.Pd.I, melakukan monitoring di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT).
Kedatangan rombongan Kakanwil di Bumi “Ita Wotu Nusa” pada Sabtu (24/1) turut didampingi Kepala Bidang Bimas Islam, Yasir Rumadau, dan Kepala Bidang Pendidikan Madrasah, Farida Laisouw.
Selama berada di SBT, rombongan melakukan peninjauan langsung terhadap persiapan operasional Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK) Negeri Bula yang berlokasi di Desa Administratif Bula Air, Kecamatan Bula. Rombongan disambut Kepala Madrasah Jun Sarwo Edy bersama sejumlah guru.

Rombongan kemudian melanjutkan kunjungan ke lokasi proyek pembangunan Kantor Urusan Agama (KUA) Waru yang menggunakan alokasi anggaran Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) Tahun 2025. Dalam kunjungan kerja tersebut, Kakanwil juga didampingi Kepala Kantor Kemenag SBT, Abdu Ernas, bersama sejumlah pegawai setempat.
Dari KUA Waru, rombongan menuju MTs Negeri 6 SBT yang berlokasi di Desa Kilbat, Kecamatan Tutuk Tolu, guna melihat secara langsung kelanjutan proyek konstruksi pembangunan gedung ruang kelas MTs tipe 1 yang juga didanai melalui SBSN Tahun Anggaran 2025.
Mengakhiri rangkaian kunjungan, rombongan bertolak ke MIN 2 SBT di Desa Administratif Kelaba, Kecamatan Kian Darat. Di lokasi ini, Kakanwil meninjau proyek kerja sama Kemenag dan PUPR melalui Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Tahun 2025 yang telah rampung 100 persen.
“Dari hasil peninjauan langsung, pembangunan ini benar-benar representatif dan sangat memuaskan, khususnya terkait hasil kerja yang dilakukan PUPR,” ungkap Kakanwil.
Usai peninjauan, kepada TikMalukuNews.com, Kakanwil menjelaskan bahwa kehadirannya di SBT, khususnya di MAK Negeri Bula, bertujuan memberikan motivasi dan dorongan kepada kepala madrasah agar segera mempersiapkan perangkat madrasah.

Ia menyebutkan, setelah beberapa tahun, MAK tersebut baru memiliki kepala madrasah definitif, sementara perangkat pendukung lainnya masih perlu dipersiapkan.
“Program kita di lingkungan MAK ini sekaligus memberikan dorongan dan motivasi kepada kepala madrasah agar segera menyiapkan perangkat madrasah dalam rangka menghadapi penerimaan siswa baru tahun 2026,” ujarnya.
Hal senada juga disampaikan saat meninjau proyek SBSN di MTs Negeri 6 SBT untuk melihat langsung progres pekerjaan yang dilakukan pihak penyedia.
“Setelah kita melihat secara dekat, pelaksanaan proyek menunjukkan perkembangan signifikan. Saat ini progresnya sudah mencapai sekitar 90 persen. Artinya, kontraktor memiliki komitmen kuat untuk segera menyelesaikan pekerjaan. Ada dispensasi melalui anggaran Rekening Penampungan Akhir Tahun Anggaran (RPATA), sehingga meskipun dikenakan denda, pekerjaan tetap diselesaikan hingga tuntas,” jelasnya.(TM=01)













