AMBON,TikMalukuNews.com – Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Maluku memperkuat koordinasi dan konsolidasi pelaksanaan bimbingan manasik haji tahun 2027. Langkah ini dilakukan untuk memastikan jemaah memperoleh pembekalan yang berkualitas sebelum melaksanakan ibadah haji.
Kegiatan Konsolidasi Pelaksanaan Bimbingan Manasik Haji Lingkup Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Maluku Tahun 2026 berlangsung di Lantai VIII Golden Place, Ambon, Selasa (2/9/2026).
Kegiatan tersebut diikuti sebanyak 30 peserta yang terdiri dari penyuluh agama, perwakilan Kantor Urusan Agama (KUA), serta jajaran Kementerian Haji dan Umrah Kota Ambon.
Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Maluku, H. Djumadi Wali, S.Ag., MH, dalam sambutannya mengatakan, bimbingan manasik memiliki posisi strategis dalam mempersiapkan jemaah agar memahami tata cara pelaksanaan ibadah haji sesuai tuntunan syariat.
Menurutnya, manasik tidak hanya sebatas penyampaian teori, tetapi harus mampu memberikan pembekalan pengetahuan, kesiapan mental, serta kemampuan praktis kepada jemaah.
“Bimbingan manasik haji bukan sekadar kegiatan penyampaian teori mengenai tata cara ibadah haji, tetapi merupakan proses pembekalan yang harus mampu membentuk jemaah yang mandiri, tertib, disiplin, memahami hak dan kewajibannya,” ujar Djumadi.
Ia menjelaskan, kondisi geografis Maluku sebagai wilayah kepulauan dengan aksesibilitas yang beragam menjadi tantangan tersendiri dalam pelaksanaan bimbingan manasik. Karena itu, keterbatasan jarak dan kondisi wilayah tidak boleh menjadi penghalang bagi jemaah untuk mendapatkan pembinaan secara optimal.
Djumadi menekankan pentingnya sinergi antara Kanwil, Kantor Kementerian Haji dan Umrah kabupaten/kota, pembimbing manasik, pemerintah daerah, serta seluruh pihak terkait.
“Kita perlu membangun pola koordinasi yang efektif dan memastikan setiap tahapan bimbingan manasik dilaksanakan sesuai standar yang telah ditetapkan,” katanya.
Selain itu, materi manasik diharapkan dapat disampaikan secara sederhana, sistematis dan aplikatif, serta disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan jemaah.
Djumadi berharap konsolidasi tersebut dapat menghasilkan kesamaan pemahaman dan persepsi di antara para pelaksana bimbingan manasik, sekaligus melahirkan langkah-langkah pelaksanaan yang efektif sesuai karakteristik masing-masing daerah di Maluku.
Ia juga mendorong peningkatan kualitas dan kompetensi para pembimbing manasik agar mampu memberikan pemahaman yang benar secara syariat sekaligus mudah dipahami dan dipraktikkan oleh jemaah.
“Kita harus menempatkan kepentingan dan kemudahan jemaah sebagai orientasi utama dalam setiap proses penyelenggaraan ibadah haji,” tegasnya.
Menurut Djumadi, kegiatan konsolidasi juga harus menjadi ruang evaluasi dan berbagi pengalaman untuk mengidentifikasi berbagai tantangan yang dihadapi di lapangan sekaligus merumuskan solusi bersama.
Ia mengajak seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh, aktif berdiskusi, serta memberikan masukan konstruktif untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada jemaah.
“Kita harus menyadari bahwa memberikan pelayanan kepada jemaah haji merupakan sebuah amanah yang besar,” ungkapnya.
Djumadi berharap pelaksanaan bimbingan manasik haji di Maluku ke depan semakin berkualitas, inklusif dan mudah diakses, sehingga mampu membekali jemaah untuk melaksanakan seluruh rangkaian ibadah haji dengan baik, benar, tertib dan mandiri.
Kegiatan konsolidasi tersebut sekaligus menjadi momentum penguatan koordinasi seluruh unsur pelaksana bimbingan manasik dalam rangka meningkatkan kualitas penyelenggaraan ibadah haji di Provinsi Maluku.(TMN-01)
