Raih 65 Persen Suara, Pemilihan Berlangsung Demokratis dan Digital
Tulehu,Tikmalukunews.com-
Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM) MTs Negeri 1 Maluku Tengah (Malteng) periode 2025–2026 sukses digelar secara demokratis dan inovatif pada Sabtu (27/9/2025). Hasilnya, pasangan Razqa Abzary dan Fina Febrianti keluar sebagai pemenang dengan perolehan suara tertinggi, mencapai 65 persen dari total pemilih.
Mereka mengungguli tiga pasangan kandidat lainnya, yakni:
Alamir Ragasta Latuconsina & Dwi Dahlia Tulhulele (18%)
Yusran Alfiansyah Lestaluhu & Syafiqah A. Marasabessy (11%)
Aidan Said Tuasalamony & Elona Virjinia (5%)
Proses pemungutan suara tahun ini menggunakan sistem digital berbasis quick count, sehingga hasil dapat langsung diketahui secara real-time dan efisien. Hal ini juga menjadi langkah awal madrasah dalam mendukung program digitalisasi sekolah.
“Alhamdulillah, pemilihan tahun ini berjalan lancar dan demokratis. Selamat kepada Razqa dan Fina yang telah terpilih. Mereka menunjukkan potensi kepemimpinan yang baik, dan kami yakin bisa membawa OSIM menjadi lebih aktif dan produktif,” ujar Kepala MTsN 1 Malteng, La Amin.
Lebih lanjut, La Amin menjelaskan bahwa pemilihan kali ini dikhususkan untuk siswa kelas VIII, sebagai bentuk perencanaan jangka panjang OSIM.
“Kami memilih dari kelas VIII agar masa kepemimpinannya lebih efektif. Kelas IX fokus pada ujian dan persiapan akhir. Razqa dan Fina termasuk siswa berprestasi, baik di bidang akademik maupun non-akademik,” tambahnya.
Diketahui, beberapa kandidat memang memiliki rekam jejak prestasi. Razqa pernah menjadi juara dalam lomba dakwah tingkat provinsi, sementara Fina aktif dalam kegiatan kepramukaan dan organisasi. Pasangan lainnya juga tak kalah unggul, dengan prestasi di bidang teknologi, olahraga, hingga seni.
Proses pemilihan OSIM tahun ini dipimpin oleh tim teknis yang diketuai oleh Bayu Satria, yang mengimplementasikan sistem e-voting berbasis Microsoft Forms, QR code, dan penghitungan otomatis.
“Awalnya kami ingin menghemat waktu dan biaya. Akhirnya kami rancang sistem digital sederhana yang mudah diakses siswa. Prosesnya jadi cepat, transparan, dan ramah lingkungan karena tanpa kertas,” jelas Bayu.
Ia menambahkan bahwa siswa dapat memilih langsung menggunakan komputer sekolah atau perangkat pribadi yang sudah terhubung dengan jaringan internal madrasah. Formulir digital langsung merekap suara dan menampilkan grafik perolehan secara otomatis.
Kepala madrasah berharap kepengurusan OSIM yang baru dapat menjalankan program-program unggulan, seperti:
Gerakan peduli lingkungan dan kebersihan kelas
Pembiasaan Salat Dhuha bersama (Selasa–Sabtu)
Pembacaan Al-Qur’an sebelum pembelajaran
Olahraga bersama setiap Jumat
“Kami ingin OSIM tak hanya jadi simbol organisasi siswa, tapi benar-benar aktif menciptakan budaya positif di madrasah. Razqa dan Fina punya peluang besar untuk mewujudkan itu,” tutup La Amin.
Dengan semangat baru dan dukungan teknologi, pemilihan OSIM MTsN 1 Malteng tahun ini menjadi contoh pelaksanaan demokrasi siswa yang modern dan inspiratif.(TMN-02).
