JAKARTA, TikMalukuNews.com — Pemerintah Provinsi Maluku terus mendorong pengembangan Blok Masela agar menjadi salah satu motor utama pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.
Dorongan tersebut disampaikan dalam Diskusi Publik bertajuk “Blok Masela sebagai Motor Pertumbuhan: Memperkuat Ketahanan Energi Indonesia dan Mempercepat Kesejahteraan Maluku” yang digelar di Buntu Coffee, Tebet, Jakarta, Rabu (23/9/2026).
Mewakili Gubernur Maluku, Kepala Badan Penghubung Provinsi Maluku di Jakarta, Saiful Indra Patta, menghadiri kegiatan tersebut sekaligus menyampaikan arah kebijakan Pemerintah Provinsi Maluku terkait pentingnya pengelolaan Blok Masela sebagai peluang strategis bagi pembangunan daerah.
Diskusi turut dihadiri Ketua Umum Forum Komunikasi Aktivis Maluku Jakarta, ketua dan sekretaris panitia pelaksana, tokoh masyarakat Maluku, akademisi, pelaku usaha, insan pers, generasi muda, serta berbagai elemen masyarakat yang memiliki perhatian terhadap pembangunan Maluku.
Dalam sambutan tertulis Gubernur Maluku yang disampaikan Saiful, Pemprov Maluku mengapresiasi Forum Komunikasi Aktivis Maluku Jakarta yang telah menginisiasi ruang dialog publik untuk membahas masa depan Blok Masela.
“Blok Masela bukan sekadar proyek gas. Bagi Indonesia, Blok Masela memiliki arti strategis dalam memperkuat ketahanan energi nasional, mendukung kebutuhan industri, dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Bagi Maluku, Blok Masela harus menjadi momentum untuk mengubah kekayaan sumber daya alam menjadi kesejahteraan yang nyata bagi masyarakat,” ujar Gubernur dalam sambutan tertulisnya.
Pemprov Maluku menegaskan, keberhasilan pengembangan Blok Masela tidak semata-mata diukur dari besarnya investasi, pembangunan fasilitas, maupun kapasitas produksi gas. Lebih dari itu, manfaatnya harus dirasakan masyarakat melalui peningkatan kesempatan kerja, pertumbuhan usaha lokal, peningkatan kompetensi tenaga kerja, penguatan konektivitas, serta berkembangnya perekonomian daerah.
“Maluku tidak boleh hanya menjadi tempat sumber daya alam diambil. Maluku harus menjadi bagian penting dalam proses penciptaan nilai tambah,” tegasnya.
Untuk memastikan manfaat Blok Masela dapat dirasakan secara luas, Pemprov Maluku mendorong sejumlah agenda strategis. Salah satunya penguatan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan, sertifikasi, dan peningkatan kompetensi agar putra-putri Maluku memiliki kesiapan menghadapi kebutuhan industri.
Proses rekrutmen tenaga kerja juga diharapkan berlangsung transparan dan berbasis kompetensi. Selain itu, peran pelaku usaha lokal, UMKM, koperasi, dan badan usaha daerah perlu diperkuat agar dapat masuk dalam rantai pasok industri melalui peningkatan kapasitas, akses pembiayaan, kemitraan, dan keterbukaan informasi pengadaan.
Blok Masela juga didorong menjadi penggerak transformasi ekonomi Maluku dengan pemanfaatan energi untuk mendukung sektor-sektor produktif, seperti kelistrikan, perikanan, industri pengolahan hasil laut, transportasi, dan logistik.
Di sisi lain, pembangunan Blok Masela harus dilaksanakan secara bertanggung jawab dengan memperhatikan aspek lingkungan dan kepentingan masyarakat. Karena itu, koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, perguruan tinggi, dan masyarakat dinilai menjadi bagian penting dalam proses pengembangannya.
Pemprov Maluku juga menekankan pentingnya pembangunan infrastruktur pendukung yang terintegrasi, mulai dari konektivitas jalan, pelabuhan, bandara, telekomunikasi, energi, air bersih, fasilitas kesehatan hingga sistem logistik.
Menurut Pemprov Maluku, pengembangan Blok Masela harus ditempatkan sebagai bagian dari pembangunan ekosistem ekonomi daerah, bukan sekadar pembangunan proyek energi.
“Pembangunan Blok Masela harus menghadirkan manfaat yang berkelanjutan. Kekayaan alam boleh berada di bawah laut Maluku, tetapi nilai tambahnya harus tumbuh di Maluku melalui lapangan kerja, usaha masyarakat, peningkatan pelayanan dasar, konektivitas, dan kesejahteraan rakyat,” demikian pesan Gubernur Maluku.
Pemprov Maluku terus membuka ruang kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah pusat, SKK Migas, operator, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat untuk mengawal pengembangan Blok Masela agar berjalan selaras dengan kepentingan nasional dan pembangunan daerah.
Melalui sinergi dan kesiapan bersama, Blok Masela diharapkan menjadi momentum penting dalam menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi baru bagi Maluku sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap ketahanan energi dan pembangunan Indonesia. (DISKOMINFO MALUKU)














