Raker FPMI Maluku Bahas Program Kerja Penguatan Pendidikan Inklusif

oleh -0 views
0-0x0-0-0#
banner 468x60

 

 

banner 336x280

AMBON,TikMalukuNews.com – Forum Pendidik Madrasah Inklusif (FPMI) Provinsi Maluku menggelar Rapat Kerja (Raker) di Aula MAN Ambon, Sabtu (22/8/2026). Kegiatan ini menjadi forum untuk menyusun program kerja dan strategi penguatan pendidikan inklusif di madrasah untuk masa bakti 2026–2031.

Raker dibuka oleh Kasubdit Pendidikan Vokasi dan Inklusif Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Dr. Anis Masykhur. Kehadirannya sekaligus memberikan penguatan dan arahan kepada pengurus FPMI Maluku dalam mengembangkan program pendidikan inklusif di daerah.

Ketua FPMI Maluku, Harman Muhammad Ali, mengatakan Raker menjadi momentum penting bagi pengurus untuk menyusun program yang dapat menjawab kebutuhan madrasah sekaligus memperkuat keberadaan FPMI di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

“Rapat kerja ini dalam rangka memberikan kekuatan dan pembahasan program kerja untuk masa bakti sampai dengan 2031. Kita berharap FPMI Maluku ke depan semakin eksis dan mampu memberikan kontribusi bagi madrasah,” ujar Harman.

Menurutnya, amanah kepengurusan selama lima tahun ke depan harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Karena itu, seluruh pengurus didorong untuk membangun kerja sama dan bergerak bersama dalam menjalankan program yang telah ditetapkan.

Harman menjelaskan, terdapat sejumlah bidang yang akan menjadi fokus pembahasan dalam Raker, termasuk penguatan struktur FPMI di kabupaten/kota, pendataan peserta didik, serta pengembangan kapasitas guru dan tenaga kependidikan.

“Pendataan siswa menjadi salah satu tugas yang cukup mendesak. Kita berharap setelah rapat ini pendataan dapat segera ditindaklanjuti di tingkat kabupaten/kota sehingga data yang kita miliki benar-benar sesuai dengan kondisi di madrasah,” katanya.

Sementara itu, Dr. Anis Masykhur menekankan pentingnya FPMI membangun komunikasi dan komitmen dengan berbagai pihak, terutama Kementerian Agama di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

Menurutnya, kolaborasi menjadi kunci agar program pendidikan inklusif tidak berhenti pada tataran wacana.

Ia juga mendorong FPMI memperkuat pemetaan kondisi madrasah, peserta didik, serta kompetensi guru sebagai dasar penyusunan program. Data tersebut dinilai penting agar intervensi yang dilakukan dapat sesuai dengan kebutuhan masing-masing madrasah.

“Yang kita lakukan mungkin secara materi tidak banyak, tetapi ketika kita mencintai pendidikan, kita bisa menyalurkan energi positif untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan,” kata Anis.

Ia menambahkan, pendidikan inklusif harus mampu memberikan layanan sesuai kebutuhan dan potensi setiap peserta didik.

Karena itu, madrasah perlu memahami penerapan kurikulum berdiferensiasi agar proses pembelajaran tidak disamaratakan, tetapi disesuaikan dengan kemampuan dan karakteristik peserta didik.

Melalui Raker tersebut, FPMI Maluku diharapkan mampu menghasilkan program kerja yang terukur, kolaboratif, dan berorientasi pada kebutuhan madrasah, guru, serta peserta didik, sekaligus memperkuat pelaksanaan pendidikan inklusif di seluruh wilayah Maluku.(TMN-01)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.