SMA PGRI 1 Ambon Resmi Jadi Sekolah Model, Perkuat Pembelajaran Mendalam dan Coding

oleh -2 views
0-0x0-0-0#
banner 468x60

AMBON,TikMalukuNews.com– SMA PGRI 1 Ambon terus memperkuat kualitas pendidikan pada tahun ajaran 2026/2027. Selain sukses melaksanakan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) dan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), sekolah ini juga resmi ditetapkan sebagai salah satu Sekolah Model Implementasi Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) serta mata pelajaran Coding dan Kecerdasan Artifisial (AI) di Provinsi Maluku.

Kepala SMA PGRI 1 Ambon, Laurens Makatipu, mengatakan berbagai persiapan telah dilakukan sejak awal tahun ajaran. Sebanyak 93 murid baru telah diterima dan mengikuti MPLS dengan lancar.

banner 336x280

Di sisi lain, seluruh guru juga diwajibkan mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) sebagai bagian dari persiapan menghadapi pelaksanaan TKA bagi siswa yang dijadwalkan berlangsung pada awal Oktober mendatang.

Menurut Laurens, penetapan SMA PGRI 1 Ambon sebagai sekolah model merupakan sebuah kebanggaan sekaligus amanah besar. Dari enam SMA di Maluku yang ditunjuk sebagai sekolah model implementasi Pembelajaran Mendalam dan Coding-Kecerdasan Artifisial, tiga di antaranya berada di Kota Ambon, termasuk SMA PGRI 1 Ambon.

“Penetapan ini melalui proses seleksi berdasarkan sejumlah kriteria yang diajukan melalui MKKS, Dinas Pendidikan, hingga Yayasan PGRI sebagai mitra pemerintah. Kami bersyukur dipercaya menjadi salah satu sekolah model pada awal tahun ajaran ini,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Pembelajaran Mendalam merupakan pendekatan pembelajaran yang menekankan pemahaman siswa secara lebih komprehensif, sedangkan Coding dan Kecerdasan Artifisial menjadi mata pelajaran yang dapat diterapkan secara mandiri maupun diintegrasikan dengan mata pelajaran lain.

SMA PGRI 1 Ambon memilih menerapkannya sebagai mata pelajaran tersendiri agar implementasinya lebih optimal.

Sebagai sekolah model, seluruh proses pembelajaran akan dipantau secara konsisten sesuai standar yang telah ditetapkan pemerintah.

Karena itu, peningkatan kompetensi guru menjadi salah satu fokus utama agar implementasi pembelajaran berjalan maksimal.

Meski demikian, Laurens mengakui masih terdapat sejumlah kendala, terutama keterbatasan sarana prasarana, pembiayaan, dan tenaga pendidik yang memiliki kompetensi khusus di bidang Coding dan Kecerdasan Artifisial.

Saat ini pembelajaran masih didukung oleh guru Informatika dan Fisika, sementara pemerintah juga memberikan arahan agar guru Matematika dapat dilibatkan karena materi pemrograman memiliki keterkaitan dengan bidang tersebut.

Dari sisi fasilitas, SMA PGRI 1 Ambon telah memiliki laboratorium komputer, perangkat komputer, proyektor di setiap kelas, serta papan interaktif untuk menunjang proses pembelajaran.

Namun, sekolah masih membutuhkan tambahan perangkat agar pelaksanaan mata pelajaran Coding dan AI dapat berjalan lebih maksimal.

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, pihak sekolah telah mengajukan berbagai proposal kepada Dinas Pendidikan Provinsi Maluku maupun Yayasan PGRI Pusat guna memperoleh dukungan peningkatan sarana dan prasarana.

“Kami berharap ada perhatian dari pemerintah sehingga SMA PGRI 1 Ambon sebagai sekolah model dapat menjalankan program ini dengan baik dan menjadi contoh bagi pengembangan mutu pendidikan, baik di tingkat sekolah maupun di Provinsi Maluku,” tutup Laurens.(TMN-01)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.