SMAN 5 Malteng Perkuat Kapasitas Guru demi Cetak Siswa Unggul

oleh -0 views
banner 468x60

TULEHU, TikMalukuNews.com — SMA Negeri 5 Maluku Tengah (Malteng) terus memperkuat kapasitas guru sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya bagi peserta didik. Upaya ini dilakukan secara berkelanjutan melalui berbagai program peningkatan kompetensi tenaga pendidik.

Program tersebut meliputi pelatihan, workshop, hingga pengembangan metode pembelajaran yang inovatif dan adaptif terhadap kebutuhan siswa di era digital. Dengan demikian, proses belajar mengajar diharapkan semakin efektif dan mampu menjawab tantangan pendidikan modern.

banner 336x280

Kepala SMA Negeri 5 Malteng, Aisa Tuasalamony, S.Pd, yang ditemui di ruang kerjanya, Selasa (5/5), menyampaikan bahwa capaian kelulusan tahun ini mencapai 100 persen dari total 140 siswa. Nilai tertinggi yang diraih siswa mencapai angka 86, dengan capaian terendah 58.

Meski demikian, Tuasalamony mengaku belum sepenuhnya puas dengan hasil tersebut. Menurutnya, peningkatan kualitas pembelajaran masih perlu terus dilakukan, terutama melalui penguatan kompetensi guru sebagai ujung tombak pendidikan.

 

“Kelulusan dihitung dari akumulasi nilai semester satu sampai semester enam dengan perbandingan 70 persen nilai rapor dan 30 persen nilai ujian. Namun yang paling penting adalah bagaimana proses pembelajaran itu sendiri bisa terus ditingkatkan,” ujarnya.

 

Ia menambahkan, kemampuan guru dalam penguasaan digitalisasi sudah cukup baik. Namun, daya serap siswa terhadap materi masih beragam, sehingga membutuhkan pendekatan pembelajaran yang lebih variatif dan intensif.

Ke depan, pihak sekolah berencana menerapkan sistem ujian berbasis Android secara penuh. Meski telah memiliki fasilitas komputer, keterbatasan kapasitas menjadi salah satu pertimbangan untuk beralih ke sistem yang lebih fleksibel dan efisien.

Selain itu, dalam proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), sekolah tetap mengacu pada sistem zonasi, meski tetap membuka ruang bagi pilihan orang tua. Tuasalamony menegaskan bahwa pihak sekolah akan membatasi jumlah rombongan belajar (rombel) menjadi lima kelas guna menjaga kualitas pembelajaran dan menghormati sekolah lain.

Ia berharap, melalui berbagai upaya tersebut, SMA Negeri 5 Malteng dapat semakin meningkatkan mutu lulusan, khususnya dalam melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, serta mencetak generasi yang unggul dan berdaya saing.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.