SMKN 2 Ambon Dorong Lulusan Terserap Industri, Perkuat Kerja Sama dengan Dunia Usaha

oleh -10 views

AMBON,TikMalukuNews.com– SMK Negeri 2 Ambon terus memperkuat kerja sama dengan dunia usaha dan dunia industri guna meningkatkan penyerapan lulusan ke dunia kerja. Upaya ini dilakukan melalui penyelarasan kurikulum, pembentukan kelas industri, serta pelaksanaan praktik kerja lapangan (PKL) yang disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan.

Kepala SMK Negeri 2 Ambon, Salim Nurdin, S.Pd., M.Pd., mengatakan, salah satu bentuk kerja sama yang telah dijalankan sekolah adalah dengan PT Midi Utama Indonesia Tbk melalui program kelas industri Alfamidi. Program tersebut memberikan kesempatan kepada siswa untuk memperoleh pembelajaran yang sesuai dengan standar dan kebutuhan industri ritel.

Menurutnya, dalam program kelas industri Alfamidi, siswa diseleksi langsung oleh pihak perusahaan sejak kelas X. Siswa yang terpilih kemudian mengikuti pembelajaran dengan materi yang telah diselaraskan dengan kebutuhan industri, sebelum menjalani PKL di jaringan usaha Alfamidi pada kelas XI hingga kelas XII.

“Dalam kelas industri ini, siswa diseleksi langsung oleh pihak Alfamidi sesuai standar perusahaan. Materi pembelajaran juga diselaraskan dengan kebutuhan industri, sehingga ketika memasuki kelas XI dan XII, mereka dapat menjalani praktik kerja lapangan di Alfamidi,” jelas Salim.

Ia menambahkan, siswa yang telah menyelesaikan pendidikan dan tergabung dalam kelas industri Alfamidi berpeluang direkrut langsung tanpa mengikuti tes seleksi ulang. Namun, mereka harus memenuhi persyaratan usia kerja, yakni 18 tahun, serta melaporkan diri kepada pihak perusahaan.

Untuk jumlah peserta, kelas industri tersebut umumnya menampung sekitar 25 siswa setiap tahun, dengan kemungkinan bertambah hingga 30 siswa sesuai kebutuhan dan jumlah peserta yang memenuhi kriteria.

Selain Alfamidi, SMKN 2 Ambon juga membangun kemitraan dengan sejumlah perusahaan lain, termasuk PT Samsung serta berbagai perusahaan ritel dan penyedia jasa. Kerja sama tersebut antara lain diwujudkan melalui kegiatan PKL, yang sekaligus menjadi kesempatan bagi perusahaan untuk menilai kemampuan, kompetensi, dan etos kerja siswa.

Salim menjelaskan, siswa yang menunjukkan kinerja dan kompetensi baik selama PKL berpeluang mendapatkan kesempatan bekerja di perusahaan tempat mereka menjalani praktik. Sejumlah alumni juga telah terserap di berbagai sektor, termasuk ritel, jasa, logistik, dan Pegadaian. Bahkan, sebagian lulusan mampu bekerja di bidang yang tidak sepenuhnya sama dengan kompetensi keahlian yang dipelajari di sekolah.

Ia menegaskan, tujuan pendidikan SMK tidak hanya menyiapkan lulusan untuk langsung bekerja, tetapi juga mendorong mereka melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi vokasi atau mengembangkan usaha secara mandiri.

“Harapan kami, lulusan SMK bisa terserap di dunia kerja sesuai kompetensi keahliannya. Selain itu, mereka juga harus memiliki kemampuan berwirausaha dan, jika ingin melanjutkan pendidikan, dapat memilih perguruan tinggi vokasi yang sesuai dengan bidang keahliannya,” ujarnya.

Ke depan, SMKN 2 Ambon berupaya memperluas kerja sama dengan perusahaan, baik di tingkat lokal maupun nasional. Sekolah juga mengikuti program pelatihan yang melibatkan industri, termasuk program yang berkaitan dengan Yamaha, sebagai bagian dari upaya meningkatkan keterampilan dan kesiapan kerja siswa.

Di sisi lain, penguatan kewirausahaan terus dilakukan dengan melibatkan pelaku industri dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Melalui kegiatan tersebut, siswa diharapkan tidak hanya bergantung pada kesempatan kerja yang tersedia, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja setelah lulus.

Terkait peluang kerja di luar daerah maupun luar negeri, Salim mengatakan, sekolah masih berupaya membuka akses yang lebih luas. Peluang tersebut akan terus dijajaki dengan mempertimbangkan kesesuaian program keahlian yang dimiliki sekolah dengan kebutuhan tenaga kerja.

Dengan berbagai langkah tersebut, SMKN 2 Ambon berharap kemitraan dengan dunia usaha dan dunia industri semakin berkembang, sehingga lulusan memiliki kompetensi yang relevan, daya saing yang baik, serta peluang lebih besar untuk memasuki dunia kerja maupun menjadi wirausaha.(TMN-01)