Tak Gunakan DIPA, BWS Siap Lakukan Pengeboran Air Tanah. Kamsurya : Kita Tinggal Tunggu Hasil Survey

oleh -6 views
0-0x0-0-0#
banner 468x60

AMBON, TikMalukuNews.com — Upaya MTsN Ambon memenuhi kebutuhan air bersih bagi lebih dari 1.000 siswa memasuki tahap penting. Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku menyatakan kesiapan untuk menindaklanjuti hasil survei potensi air tanah dengan pengeboran, tanpa membebankan pembiayaannya melalui DIPA MTsN Ambon.

banner 336x280

Langkah tersebut menjadi angin segar bagi pihak madrasah yang selama ini menghadapi keterbatasan pasokan air. Kebutuhan air yang cukup besar membuat MTsN Ambon harus mengandalkan pasokan tambahan berupa pembelian air tangki untuk menunjang aktivitas sekolah.

Plt Kepala MTsN Ambon, Yasmin Kamsurya, mengatakan proses menuju pengeboran saat ini tinggal menunggu hasil analisis laboratorium terhadap data survei air tanah yang telah dilakukan tim Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA) bersama BWS Maluku.

“Sekarang tinggal menunggu hasil lab. Dari hasil analisis itu nanti akan diketahui apakah potensi air tanah di lokasi yang disurvei memiliki debit yang cukup untuk memenuhi kebutuhan MTsN Ambon,” kata Yasmin, Senin (5/10/2026).

Survei potensi air tanah sebelumnya dilakukan di kawasan MTsN Ambon, Kebuncengkih, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, menggunakan metode geolistrik. Pengukuran dilakukan dengan bentangan sekitar 600 meter untuk mengetahui kondisi bawah permukaan tanah sekaligus mendeteksi kemungkinan adanya sumber air tanah.

Menurut Yasmin, kebutuhan air bersih di lingkungan madrasah terus meningkat seiring jumlah peserta didik yang mencapai lebih dari 1.000 orang. Air tidak hanya dibutuhkan untuk sanitasi dan aktivitas harian, tetapi juga menunjang berbagai kegiatan keagamaan yang menjadi bagian dari program madrasah.

Di antaranya pelaksanaan salat Dhuha, salat Zuhur hingga salat Ashar secara berjamaah.

“Dengan jumlah siswa yang banyak, kebutuhan air tentu cukup besar. Apalagi kegiatan keagamaan di madrasah juga berjalan setiap hari dan membutuhkan ketersediaan air yang memadai,” ujarnya.

Keterbatasan pasokan dari jaringan air yang tersedia selama ini membuat pihak madrasah harus mencari alternatif agar kebutuhan dasar tersebut tetap terpenuhi.

“Air PAM yang ada belum maksimal untuk memenuhi seluruh kebutuhan. Karena itu kami harus membackup dengan air tambahan, termasuk membeli air tangki,” jelasnya.

Kondisi tersebut kemudian mendorong pihak MTsN Ambon membangun komunikasi dengan BWS Maluku untuk mencari solusi yang lebih permanen. Respons positif diberikan dengan dilakukannya survei potensi air tanah menggunakan peralatan geolistrik Ditjen SDA Kementerian Pekerjaan Umum.

Yasmin menyebut, pelaksanaan survei menjadi langkah awal untuk memastikan apakah lokasi madrasah memiliki sumber air tanah yang layak dikembangkan.

Namun, hasil pengukuran belum dapat langsung menjadi dasar pengeboran. Data survei harus terlebih dahulu dianalisis oleh tim teknis di pusat untuk mengetahui kedalaman, karakteristik serta potensi debit air yang tersedia.

“Setelah data dari lapangan dianalisis, baru bisa diketahui apakah titik tersebut layak untuk dilakukan pengeboran dan apakah debitnya bisa memenuhi kebutuhan kami,” katanya.

Ia menjelaskan, proses analisis diperkirakan membutuhkan waktu sekitar tiga minggu hingga satu bulan. Karena itu, pihak madrasah masih menunggu hasil resmi sebelum menentukan tindak lanjut.

Jika hasil analisis menunjukkan potensi yang memenuhi syarat, pengeboran diharapkan dapat segera dilakukan dengan dukungan BWS Maluku.

“Kami sangat berharap hasilnya positif. Kalau debit airnya sesuai dengan kebutuhan, tentu kami berharap pengeboran bisa segera ditindaklanjuti,” ujar Yasmin.

Menurutnya, dukungan BWS Maluku menjadi bentuk perhatian terhadap kebutuhan dasar lembaga pendidikan. Terlebih, persoalan air bersih tidak hanya berkaitan dengan kenyamanan, tetapi juga menyangkut kelancaran kegiatan belajar mengajar, sanitasi serta pelaksanaan program keagamaan.

Yasmin pun menyampaikan apresiasi kepada Kepala BWS Maluku, Ruslan Malik, beserta jajaran Ditjen SDA atas respons terhadap kebutuhan MTsN Ambon.

“Kami dari keluarga besar MTsN Ambon menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Kepala BWS Maluku dan jajaran Ditjen SDA. Ini merupakan kolaborasi yang sangat baik untuk membantu dunia pendidikan, khususnya dalam memenuhi kebutuhan dasar madrasah,” ungkapnya.

Ia berharap proses analisis dapat segera memberikan kepastian sehingga langkah berikutnya bisa dilakukan. Bagi MTsN Ambon, tersedianya sumber air tanah sendiri akan menjadi solusi jangka panjang untuk mengurangi ketergantungan terhadap pasokan air tambahan.

“Kami tinggal menunggu hasil analisisnya. Harapan kami tentu hasilnya positif dan debit airnya mencukupi. Kalau memungkinkan, kami berharap pengeboran dapat segera dilakukan,” tandas Yasmin.(TMN-01)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.