Tanpa Bebani APBD, Pemprov Maluku Gandeng Mandiri dan Bea Cukai Promosikan Wisata Global

oleh -0 views
banner 468x60

BALI, TikMalukuNews.com – Pemerintah Provinsi Maluku menggandeng Bank Mandiri dan Kantor Wilayah Bea Cukai Bali, NTB, dan NTT untuk memperluas promosi potensi pariwisata dan ekonomi kreatif Maluku ke pasar internasional. Kolaborasi ini dilakukan dengan memanfaatkan fasilitas promosi di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, tanpa membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi Pemprov Maluku dalam memperkenalkan destinasi wisata unggulan, kekayaan budaya, serta produk ekonomi kreatif daerah kepada wisatawan domestik maupun mancanegara melalui ruang promosi yang memiliki jangkauan internasional.

banner 336x280

Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, bersama Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Maluku, Melkias Lohy, dan jajaran, melakukan koordinasi dengan Regional CEO Bank Mandiri Region XI Bali dan Nusa Tenggara, Alexander Jonathan Patty, serta Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Bali, NTB, dan NTT, Sunaryo, S.S.T., M.M., di Bali, Minggu (1/11/2026).

Melalui kerja sama tersebut, Pemprov Maluku memanfaatkan fasilitas gerai (booth) Bank Mandiri di kawasan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai sebagai media promosi strategis. Fasilitas ini digunakan untuk menampilkan potensi wisata bahari, kekayaan budaya, destinasi unggulan, hingga produk ekonomi kreatif khas Maluku.

Gubernur Hendrik Lewerissa menyampaikan apresiasi kepada Bank Mandiri dan jajaran Bea Cukai Bali Nusra atas dukungan serta fasilitasi yang diberikan. Menurutnya, kolaborasi lintas lembaga menjadi salah satu alternatif untuk memperluas promosi daerah tanpa harus bergantung sepenuhnya pada pembiayaan pemerintah daerah.

“Ini merupakan langkah strategis yang sangat membantu Pemerintah Provinsi Maluku dalam mendorong kemajuan sektor pariwisata dan memperkuat perekonomian daerah. Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bank Mandiri dan Kanwil Bea Cukai Bali Nusra yang telah mendukung serta memfasilitasi ruang promosi ini,” ujar Lewerissa.

Ia menjelaskan, Bali memiliki posisi strategis sebagai salah satu pusat pariwisata internasional di Indonesia. Karena itu, promosi Maluku di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai menjadi kesempatan untuk menjangkau lebih banyak wisatawan sekaligus memperkenalkan Maluku sebagai destinasi wisata yang memiliki keunikan alam, budaya, dan sejarah.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Maluku, Melkias Lohy, menjelaskan bahwa kegiatan promosi yang berlangsung pada 31 Oktober hingga 2 November 2026 tersebut dilaksanakan melalui skema non-budget atau tanpa membebani APBD.

Menurut Lohy, pola kolaborasi ini menunjukkan bahwa promosi potensi daerah dapat dilakukan melalui sinergi pemerintah, badan usaha milik negara (BUMN), dan instansi vertikal. Dengan demikian, pemanfaatan fasilitas dan jejaring mitra dapat mendukung kegiatan promosi secara lebih efektif dan efisien.

Dalam kegiatan tersebut, Gubernur Hendrik Lewerissa juga menyapa langsung para penumpang yang tiba maupun akan berangkat melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Kesempatan itu dimanfaatkan untuk memperkenalkan Maluku sebagai daerah dengan kekayaan wisata bahari, budaya, sejarah, serta potensi ekonomi kreatif yang menarik untuk dikunjungi.

Pemprov Maluku berharap kolaborasi promosi ini dapat memperluas jangkauan pemasaran destinasi wisata, meningkatkan ketertarikan wisatawan, serta membuka peluang pasar yang lebih besar bagi pelaku usaha dan produk lokal.

Melalui pendekatan kolaboratif tersebut, Pemprov Maluku berupaya menjadikan promosi pariwisata sebagai salah satu penggerak ekonomi daerah, sekaligus memperkenalkan kekayaan alam dan budaya Maluku kepada masyarakat internasional tanpa menambah beban anggaran daerah. (DM)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.