AMBON,TikMalukuNews.com — Tingkat kelulusan Madrasah Aliyah (MA) negeri dan swasta se-Kota Ambon tahun 2026 mencapai 100 persen.
Capaian tersebut disampaikan Kepala Seksi Pendidikan Islam (Kasi Pendis) Kementerian Agama Kota Ambon, Ahmad Sou.Senin(11/5)
Ia menjelaskan, Madrasah Aliyah di Kota Ambon terdiri dari tujuh lembaga dengan total peserta sebanyak 326 siswa. Rinciannya yakni MAN Ambon sebanyak 219 siswa, MA Al Fatah Ambon 49 siswa, MA Nurul Ikhlas 17 siswa, MA Ittaqullah Ambon 7 siswa, MA Al Mabrur 6 siswa, MA Muslim Ambon 5 siswa, serta MA Tahfidzul Quran Al-Ansor sebanyak 23 siswa.
“Alhamdulillah, hasil kelulusan Madrasah Aliyah di Kota Ambon tahun 2026 mencapai 100 persen. Capaian ini sama seperti tahun sebelumnya,” ujar Ahmad Sou.
Menurutnya, pelaksanaan Tes Kompetensi Akademik (TKA) dan ujian madrasah kini telah berbasis digital. Seluruh data ujian tersimpan melalui perangkat laptop maupun Android yang digunakan peserta selama pelaksanaan ujian.
“Untuk ujian madrasah sebagian menggunakan Android, sedangkan pelaksanaan TKA secara keseluruhan menggunakan laptop maupun komputer. Sistem digitalisasi ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas pendidikan madrasah,” jelasnya.
Ahmad Sou menambahkan, ke depan setiap satuan pendidikan madrasah, baik MI, MTs maupun MA, harus semakin mandiri dalam pelaksanaan TKA dan ujian madrasah.
Khusus tingkat MA, menurutnya, madrasah perlu mulai menyiapkan sarana pendukung yang lebih memadai agar seluruh siswa dapat mengikuti ujian dengan baik.
“MAN Ambon misalnya, ke depan perlu menyiapkan fasilitas tambahan karena pelaksanaan ujian dilakukan dalam beberapa sesi, mulai pagi, siang hingga sore. Karena itu diperlukan kolaborasi antara pihak sekolah, komite, orang tua, bahkan pihak luar untuk membantu penyediaan fasilitas,” katanya.
Ia berharap seluruh madrasah di Kota Ambon terus meningkatkan kualitas pendidikan melalui penguatan fasilitas digital dan sarana pembelajaran berbasis teknologi.
“Kebutuhan fasilitas digital saat ini sudah menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran. Walaupun belum semua madrasah menjadi kelas digital, namun kebutuhan perangkat untuk TKA, ujian madrasah, ujian harian hingga ujian semester harus mulai dipenuhi oleh masing-masing madrasah,” tandasnya.(TMN-01)














