AMBON,TikMalukuNews.com – Sebanyak 366 siswa baru MTs Negeri Ambon mengikuti Masa Ta’aruf Madrasah (MATAMUDA) Tahun Pelajaran 2026/2027. Kegiatan yang berlangsung selama sepekan, mulai 13 hingga 18 Juli 2026, difokuskan pada penguatan pendidikan karakter, penanaman nilai moderasi beragama, serta pencegahan perundungan (bullying), radikalisme, dan penyalahgunaan narkoba.
Pelaksana Harian (Plh) Kepala MTs Negeri Ambon, Muhammad Rizal, mengatakan jumlah peserta MATAMUDA tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan data awal. Seluruh rangkaian kegiatan disusun mengacu pada petunjuk teknis Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama.
“Peserta MATAMUDA tahun ini berjumlah 366 siswa. Kegiatan ini bukan sekadar mengenalkan lingkungan madrasah, tetapi lebih diarahkan pada pembentukan karakter peserta didik sejak hari pertama mereka menjadi bagian dari keluarga besar MTs Negeri Ambon,” ujarnya.
Menurut Rizal, materi yang diberikan berasal dari pemateri internal maupun eksternal. Dari unsur internal, pimpinan madrasah menyampaikan visi dan misi MTs Negeri Ambon, Wakil Kepala Bidang Kesiswaan memberikan pemahaman tentang tata tertib, sedangkan bidang kurikulum menjelaskan sistem dan jadwal pembelajaran.
Sementara itu, narasumber dari eksternal menghadirkan berbagai instansi. Kepolisian memberikan edukasi mengenai pencegahan radikalisme, bahaya narkoba, bullying, serta keselamatan berlalu lintas.
Selain itu, Puskesmas Rijali memberikan penyuluhan kesehatan, sedangkan Palang Merah Indonesia (PMI) membekali siswa dengan materi kemanusiaan dan kepedulian sosial.
Rizal menjelaskan, MATAMUDA memiliki tiga tujuan utama sesuai petunjuk teknis Kementerian Agama. Pertama, memperkenalkan lingkungan madrasah kepada peserta didik baru. Kedua, menanamkan nilai-nilai karakter, moderasi beragama, kedisiplinan, kemandirian, dan tanggung jawab. Ketiga, membangun ukhuwah atau kebersamaan agar siswa saling mengenal dan mampu beradaptasi dengan lingkungan belajar yang baru.
“Harapan kami, seluruh peserta mengikuti MATAMUDA dengan baik karena ini merupakan proses pengenalan awal di madrasah. Jika ada kendala selama proses berlangsung, kami membuka ruang komunikasi sehingga setiap persoalan dapat diselesaikan dengan baik,” katanya.
Ia menegaskan, seluruh siswa memiliki hak yang sama tanpa ada perlakuan berbeda. Karena itu, madrasah berkomitmen menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan inklusif bagi seluruh peserta didik.
“Kami berharap siswa-siswa yang kami terima tahun ini mampu mengukir prestasi yang lebih baik, bahkan melampaui capaian para kakak kelasnya, baik di bidang akademik maupun nonakademik,” tutup Rizal.(TMN -01)
