-
xx
Ambon,TikMalukuNews.com-Perum Bulog Kantor Wilayah Maluku menargetkan penyerapan gabah kering beras petani Maluku sebanyak 2.617 ton pada tahun 2026.
Target tersebut ditetapkan sebagai langkah strategis untuk mengamankan ketersediaan stok pangan daerah sekaligus menjaga stabilitas harga beras di wilayah Maluku.
Upaya ini juga sejalan dengan kebijakan nasional dalam memperkuat ketahanan pangan
Secara nasional, Bulog menargetkan penyerapan gabah setara 4 juta ton beras pada 2026, yang dilakukan secara masif dan terencana di seluruh wilayah Indonesia.
Pada tahun sebelumnya, Bulog Maluku mencatat realisasi penyerapan gabah beras Gemba sebesar 621 ton atau sekitar 23,73 persen dari target.
Capaian tersebut menjadi pijakan awal untuk meningkatkan kinerja pengadaan pada tahun-tahun berikutnya.
Pengadaan gabah beras Gemba di Maluku akan difokuskan pada sentra-sentra produksi padi yang memiliki potensi panen stabil, termasuk di Kobi dan Pulau Buru
Untuk mendukung optimalisasi penyerapan, Bulog Maluku menjalin kerja sama dengan petani, kelompok tani, serta mitra penggilingan padi agar proses pengadaan berjalan sesuai standar kualitas yang ditetapkan.
Selain menjaga ketersediaan stok beras, program ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan petani lokal.
Kepastian penyerapan hasil panen oleh Bulog memberikan jaminan harga yang layak bagi petani serta melindungi mereka dari fluktuasi harga pasar, terutama saat musim panen raya.
Bulog Maluku juga memastikan kesiapan sarana dan prasarana pendukung, mulai dari gudang penyimpanan hingga sistem distribusi.
Dengan dukungan tersebut, Bulog optimistis target pengadaan 2.617 ton gabah beras Gemba pada 2026 dapat tercapai dan memberikan kontribusi nyata dalam menjaga ketahanan pangan di Maluku.
