-MALRA,TikMalukuNews.com-Bupati Maluku Tenggara, Muhamad Thaher Hanubun, mengatakan penanganan harus dilakukan sejak dini agar titik api tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih besar.
“Kita tidak boleh menunggu api membesar. Setiap titik yang berpotensi menimbulkan kebakaran harus segera diketahui dan ditangani,” kata Hanubun saat memantau kondisi di kawasan Bandar Udara Karel Sadsuitubun, Rabu (7/10/2026).
Menurutnya, keberadaan asap di sekitar bandara perlu mendapat perhatian serius karena dapat memengaruhi jarak pandang. Kondisi tersebut berpotensi mengganggu kelancaran dan keselamatan penerbangan apabila asap semakin tebal.
Hanubun juga meminta masyarakat di sekitar kawasan bandara untuk tidak melakukan pembakaran lahan maupun sampah secara sembarangan. Warga diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api agar dapat ditangani sebelum meluas.
“Kalau ada titik api, segera laporkan. Jangan dibiarkan sampai membesar. Penanganan lebih cepat akan mencegah dampak yang lebih luas,” tegasnya.
Pemkab Maluku Tenggara juga memperkuat koordinasi dengan unsur TNI, petugas pemadam kebakaran dan masyarakat dalam memantau titik-titik rawan. Upaya ini dilakukan untuk mengantisipasi kebakaran sekaligus menjaga keamanan kawasan bandara.
Kewaspadaan tersebut turut memperhatikan kondisi cuaca dan asap di wilayah Maluku. Berdasarkan informasi BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Pattimura, dalam sepekan terakhir terpantau asap tipis hingga sedang di sejumlah wilayah Maluku dengan jarak pandang sekitar 5–9 kilometer.
Bagi Maluku Tenggara, kondisidi sekitar bandara menjadi perhatian karena Bandar Udara Karel Sadsuitubun merupakan salah satu akses utama mobilitas masyarakat dan distribusi barang. Pemkab memastikan pemantauan akan terus dilakukan agar potensi kebakaran tidak berkembang dan mengganggu aktivitas penerbangan maupun masyarakat.












