AMBON,TikMalukuNews.com – Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Provinsi Maluku terus mematangkan persiapan menghadapi Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional yang akan digelar di Semarang, Jawa Tengah, pada September 2026.
Sebanyak 13 kafilah unggulan Maluku saat ini mengikuti pemusatan latihan atau Training Center (TC) di salah satu pondok pesantren di Pamulang, Tangerang, Banten. Mereka diberangkatkan dari Maluku pada Senin, 10 Agustus 2026, untuk menjalani pembinaan intensif selama kurang lebih satu bulan.
Pelaksana Tugas (Plt) Ketua LPTQ Provinsi Maluku, Kasrul Selang, mengatakan bahwa 13 kafilah tersebut merupakan peserta yang dinilai memiliki potensi besar untuk meningkatkan capaian prestasi Maluku pada ajang MTQ tingkat nasional.
“MTQ ini tidak hanya menjadi sarana syiar dan pembinaan, tetapi juga ajang kompetisi yang terukur. Berdasarkan hasil MTQ Provinsi Maluku serta referensi pelaksanaan MTQ nasional sebelumnya, kami melakukan pemetaan dan membagi kafilah ke dalam tiga klaster,” ujar Kasrul.
Pemetaan tersebut dilakukan berdasarkan hasil penilaian dan rekomendasi dewan hakim. Klaster pertama terdiri atas peserta yang dinilai memiliki prestasi sekaligus peluang untuk meraih hasil lebih baik di tingkat nasional. Dari hasil pemetaan tersebut, ditetapkan 13 mata lomba dengan 13 kafilah sebagai prioritas utama pembinaan.
Para kafilah unggulan tersebut berasal dari sejumlah kabupaten dan kota di Maluku, di antaranya Kabupaten Seram Bagian Timur, Kota Ambon, Seram Bagian Barat, Buru, Buru Selatan, Maluku Tenggara, dan Kota Tual.
Selama mengikuti TC di Tangerang, para peserta mendapatkan pembinaan intensif dari pelatih yang juga merupakan dewan hakim senior LPTQ tingkat nasional. Pemusatan latihan ini dijadwalkan berlangsung selama satu bulan sebagai bagian dari strategi peningkatan kesiapan mental, kemampuan teknis, serta kualitas penampilan sebelum tampil di MTQ Nasional.
Menariknya, para kafilah unggulan ini tidak akan kembali ke Ambon setelah menyelesaikan TC. Mereka akan langsung bertolak ke Jakarta, sebelum diberangkatkan ke Semarang sebagai lokasi pelaksanaan MTQ Nasional.
“Untuk 13 peserta ini, pembiayaannya menjadi tanggung jawab Pemerintah Provinsi. Selain itu, akan diberikan apresiasi khusus apabila mereka mampu meningkatkan peringkat Maluku di tingkat nasional,” jelas Kasrul.
Sementara itu, LPTQ Maluku juga menyiapkan klaster kedua dan ketiga. Klaster kedua berisi peserta yang masih memiliki peluang untuk berprestasi, meskipun berdasarkan hasil pemetaan peluangnya relatif lebih terbatas. Adapun klaster ketiga terdiri atas peserta dengan peringkat nasional sebelumnya yang berada pada posisi lebih rendah.
Pembagian klaster tersebut, menurut Kasrul, bukan semata-mata terkait pembiayaan, melainkan merupakan bagian dari strategi pembinaan dan pengembangan prestasi secara berkelanjutan.
“Ini bukan keputusan LPTQ Provinsi semata. Pembagian ini telah menjadi kesepakatan bersama dengan LPTQ dan Kantor Kementerian Agama kabupaten/kota. Tujuannya bukan untuk membeda-bedakan, tetapi untuk memastikan pembinaan dan strategi kompetisi berjalan lebih terarah,” katanya.
Kasrul optimistis para kafilah Maluku dapat memberikan penampilan terbaik pada MTQ Nasional di Semarang. Sebagian peserta yang masuk dalam klaster unggulan juga telah memiliki pengalaman tampil di ajang nasional sebelumnya.
Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi modal penting karena para kafilah telah memahami atmosfer kompetisi tingkat nasional. Selain itu, pembinaan dari pelatih dan dewan hakim berpengalaman diharapkan dapat semakin meningkatkan kualitas penampilan mereka.
“Semua kembali pada ikhtiar. Kami berharap para kafilah dapat memberikan yang terbaik. Dengan pengalaman di tingkat nasional serta pembinaan yang sedang berjalan, insyaallah kita berharap prestasi Maluku dapat meningkat,” pungkas Kasrul.
Ia juga menegaskan bahwa tugas dan tanggung jawab LPTQ sesuai dengan peraturan Menteri Agama telah dijalankan sebagaimana mestinya, termasuk dukungan penuh dari pemerintah daerah yang telah menyerahkan pelaksanaan pembinaan kepada LPTQ.
Selain itu, ia menyampaikan apresiasi kepada pihak kepolisian dan instansi terkait yang telah memberikan izin kepada anggota maupun staf pemerintah untuk mengikuti kegiatan MTQ tersebut.(TMN-01













