AMBON, TikMalukuNews.com — Perum Bulog Wilayah Maluku dan Maluku Utara terus memperkuat stabilisasi pasokan dan harga beras melalui penyaluran beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) ke pasar rakyat maupun jaringan ritel modern.
Dari target penyaluran SPHP sebesar 26 juta kilogram, realisasi hingga saat ini telah mencapai sekitar 13 juta kilogram atau 49 persen.
Pimpinan Wilayah (Pimwil) Perum Bulog Maluku dan Maluku Utara, Rudy Senawi Tahir, mengatakan capaian tersebut menunjukkan komitmen Bulog dalam menjaga ketersediaan beras sekaligus membantu mengendalikan harga di tingkat konsumen.
“Target realisasi SPHP 26 juta kilogram. Total realisasi sampai hari ini sudah mencapai 13 juta kilogram atau sebesar 49 persen,” ujar Rudy.
Ia mengatakan, Bulog tidak hanya melakukan pemantauan terhadap harga dan ketersediaan beras di pasar, tetapi juga melakukan intervensi secara langsung dengan menambah pasokan ketika terdapat kebutuhan di lapangan.
Penyaluran dilakukan melalui sejumlah saluran distribusi, termasuk pasar rakyat dan jaringan ritel modern. Langkah ini diharapkan dapat memastikan masyarakat memperoleh beras dengan harga terjangkau dan tetap sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.
Sementara itu, secara nasional Bulog menguasai stok beras sekitar 4,9 juta ton. Ketersediaan stok tersebut menjadi kekuatan untuk mendukung distribusi sekaligus melakukan intervensi pasar apabila terjadi peningkatan kebutuhan.
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menegaskan Bulog akan terus hadir di pasar dan ritel untuk memastikan pasokan beras tersedia bagi masyarakat.
Bulog juga memperluas distribusi secara berkelanjutan dengan memperkuat koordinasi bersama pemerintah daerah, pedagang, dan pengelola pasar. Koordinasi tersebut dilakukan agar penyaluran beras dapat berlangsung lancar, merata, dan tepat sasaran.
Dengan realisasi SPHP yang telah mencapai 49 persen, Bulog Maluku dan Maluku Utara terus mendorong percepatan penyaluran guna mencapai target 26 juta kilogram, sekaligus menjaga stabilitas pasokan dan harga beras di wilayah Maluku












