MALRA, TikMalukuNews.com – Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara mendorong keterlibatan pelaku usaha lokal dalam mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Selain memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, program tersebut dinilai dapat membuka peluang bagi petani, nelayan, pedagang, dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk masuk dalam rantai pasok MBG.
Hal tersebut disampaikan Bupati Maluku Tenggara Muhammad Thaher Hanubun dalam sambutan yang dibacakan Wakil Bupati Charlos Viali Rahantoknam pada seremoni makan bergizi gratis bersama UMKM dalam rangka HUT ke-81 TNI di Lanud Dominicus Dumatubun Langgur, Senin (5/10/2026).
Dalam sambutannya, Bupati mengatakan kebutuhan bahan pangan untuk pelaksanaan MBG dapat menjadi ruang bagi pelaku usaha lokal untuk mengambil bagian dalam penyediaan bahan baku.
Menurutnya, dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) membutuhkan berbagai komoditas pangan, seperti beras, ikan, telur, sayuran, dan buah-buahan. Kebutuhan tersebut, kata dia, dapat dipenuhi dengan melibatkan pelaku usaha dan kelompok masyarakat setempat.
“Dengan cara ini, satu piring MBG akan memberi dua manfaat sekaligus. Anak-anak kita tumbuh sehat, dan dapur ekonomi masyarakat terus mengepul,” kata Viali saat membacakan sambutan Bupati.
Bupati juga mendorong agar bahan pangan lokal Kei, seperti ikan, enbal, sayuran, dan buah hasil kebun masyarakat, dapat dimanfaatkan dalam penyediaan menu MBG sesuai kebutuhan dan ketentuan yang berlaku.
Selain pelaku UMKM, Koperasi Desa Merah Putih, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), serta kelompok usaha di ohoi juga didorong untuk mengambil peran sebagai bagian dari rantai pasok dapur MBG.
Dalam seremoni tersebut, hidangan disediakan oleh Kantin UMKM Lanud Dumatubun. Keterlibatan UMKM dalam kegiatan itu disebut menjadi salah satu bentuk ruang partisipasi pelaku usaha lokal dalam mendukung pelaksanaan program.
Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara juga menyatakan komitmennya untuk mendorong peningkatan kapasitas UMKM, termasuk dalam pemenuhan standar mutu dan keamanan pangan, perizinan, sertifikasi, serta akses permodalan.
Upaya tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesiapan pelaku usaha lokal sehingga memiliki peluang lebih besar untuk terlibat dalam penyediaan kebutuhan pangan bagi pelaksanaan program MBG di Kabupaten Maluku Tenggara. (IST)












