MALRA, TikMalukuNews.com — Komitmen Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara (Pemkab Malra) dalam mempertahankan peringatan Hari Nen Dit Sakmas mendapat apresiasi dari Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kabupaten Maluku Tenggara.
Ketua PDPM Maluku Tenggara, Rahmat H. Reliubun, menilai keberlanjutan agenda tersebut menunjukkan perhatian pemerintah daerah terhadap keberadaan sejarah dan kebudayaan masyarakat Kei.
Menurut Reliubun, Hari Nen Dit Sakmas bukan sekadar agenda tahunan, tetapi memiliki nilai sejarah dan budaya yang penting untuk terus dikenalkan kepada generasi muda.
“Pemuda Muhammadiyah Maluku Tenggara memberikan apresiasi kepada Pemkab Malra yang tetap konsisten memperingati Hari Nen Dit Sakmas. Konsistensi ini menunjukkan adanya kepedulian pemerintah dalam menjaga sejarah dan identitas budaya masyarakat Kepulauan Kei,” kata Reliubun dalam keterangan pers yang diterima redaksi, Minggu (6/9/2026).
Ia mengatakan, keberadaan peringatan tersebut dapat menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengenal kembali nilai-nilai adat Evav yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Selain mengenang sosok Nen Dit Sakmas, kata dia, momentum tersebut juga dapat memperkuat pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai kehidupan yang terkandung dalam sejarah dan hukum adat Larvul Ngabal.
Reliubun berharap komitmen Pemkab Malra dalam memperingati Hari Nen Dit Sakmas dapat terus dipertahankan dan dikembangkan. Menurutnya, pelestarian budaya akan lebih bermakna apabila nilai-nilai yang terkandung di dalamnya diterapkan dalam kehidupan masyarakat.
“Peringatan ini jangan hanya berhenti pada kegiatan seremonial. Nilai-nilai yang diwariskan harus menjadi bagian dari kehidupan masyarakat, terutama dalam menjaga perdamaian, keadilan, persaudaraan, serta penghormatan terhadap harkat dan martabat manusia,” ujarnya.
Ia menambahkan, keterlibatan generasi muda perlu terus diperkuat agar sejarah dan budaya Kei tidak hanya dikenal sebagai bagian dari masa lalu, tetapi tetap hidup dan menjadi pedoman dalam kehidupan masyarakat saat ini.
“Penghormatan kepada Nen Dit Sakmas harus tercermin dalam tindakan dan perilaku masyarakat. Dengan begitu, peringatan setiap tahun memiliki makna yang lebih besar bagi generasi sekarang dan yang akan datang,” tegas Reliubun.(IST)












