Kakanwil: Santri Harus Kuasai Teknologi dan Berperan Wujudkan Indonesia Emas 2045

oleh -18 views
0-0x0-0-0#
banner 468x60

TULEHU,TikMalukuNews.com– Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Provinsi Maluku, H. Dr. H. Yamin, S.Ag., M.Pd.I., menegaskan santri harus mampu menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, berinovasi, serta tetap berpegang teguh pada nilai-nilai agama dan akhlak mulia untuk berkontribusi mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Pesan tersebut disampaikan melalui amanat Menteri Agama Republik Indonesia pada upacara peringatan Hari Santri Nasional 2026 yang berlangsung di Pondok Pesantren Darul Qur’an Al Anwariyah, Negeri Tulehu, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, Kamis (22/10/2026). Dalam kegiatan tersebut, Yamin bertindak sebagai inspektur upacara.

banner 336x280
Pelepasan 7 Santri ke Al-Azhar, Kairo, Mesir,
Pelepasan 7 Santri ke Al-Azhar, Kairo, Mesir,

Peringatan Hari Santri tahun ini mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”. Tema tersebut menegaskan pentingnya peran santri dalam menentukan masa depan bangsa melalui penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, inovasi, serta penguatan karakter dan akhlak mulia.

Dalam amanatnya, Menteri Agama mengingatkan bahwa Hari Santri yang diperingati setiap 22 Oktober merupakan momentum untuk mengenang perjuangan ulama dan santri dalam merebut serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Sejarah mencatat, Resolusi Jihad yang dimaklumatkan Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari pada 22 Oktober 1945 menjadi salah satu pemicu semangat perjuangan umat Islam dalam mempertahankan kemerdekaan. Semangat tersebut turut menggerakkan perlawanan rakyat yang mencapai puncaknya dalam peristiwa 10 November 1945, yang kini diperingati sebagai Hari Pahlawan.

 

Menurut Menteri Agama, perjuangan para ulama dan santri tidak cukup dikenang melalui seremoni semata, tetapi harus dilanjutkan melalui pengabdian, karya, dan kontribusi nyata bagi bangsa dan negara.

Jika dahulu santri menguatkan negeri melalui perjuangan mempertahankan kemerdekaan, maka saat ini santri dituntut mengambil peran dalam pembangunan melalui penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, inovasi, serta penguatan akhlak.

“Pada tahun 2045, Indonesia akan genap berusia 100 tahun. Kita menyebutnya Indonesia Emas, sebuah visi untuk mewujudkan Indonesia yang maju, sejahtera, berdaya saing, dan mampu berdiri sejajar dengan bangsa-bangsa lain di dunia,” demikian pesan Menteri Agama dalam amanatnya.

Untuk mewujudkan cita-cita tersebut, Indonesia membutuhkan sumber daya manusia unggul yang tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga memiliki akhlak mulia, integritas, dan kemampuan menghadirkan inovasi di berbagai bidang.

Karena itu, santri didorong agar tidak membatasi diri dalam mengembangkan potensi. Santri harus berani mengambil peran sebagai ulama, ilmuwan, pendidik, pengusaha, hingga pemimpin bangsa, dengan tetap menjadikan nilai-nilai keislaman sebagai landasan dalam berkarya dan mengabdi.

Menteri Agama juga mengingatkan agar santri mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan tradisi luhur pesantren. Santri diharapkan menjadi generasi tangguh yang terbuka terhadap kemajuan, berintegritas, serta mampu menghadirkan solusi bagi berbagai persoalan masyarakat.

Pesantren, lanjutnya, memiliki kekuatan besar dalam membangun karakter bangsa. Di lingkungan pesantren, ilmu pengetahuan diajarkan, akhlak dibentuk, kemandirian ditumbuhkan, dan semangat pengabdian ditanamkan.

Oleh sebab itu, seluruh santri diajak menjadi pelopor kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, penjaga persatuan dan kerukunan, penggerak kemandirian ekonomi, serta sahabat bagi lingkungan. Nilai-nilai agama harus menjadi sumber inspirasi untuk menyebarkan kedamaian dan membangun kehidupan yang lebih baik.

Dalam amanat tersebut, Menteri Agama turut menyoroti kehadiran Direktorat Jenderal Pesantren di lingkungan Kementerian Agama sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap pengembangan dan penguatan pesantren, sekaligus memperkuat peran strategisnya dalam pembangunan nasional.

Pesantren diharapkan mampu menjalankan tiga fungsi utama secara optimal, yakni pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat. Melalui fungsi pendidikan, pesantren melahirkan generasi berilmu dan berakhlak mulia. Melalui dakwah, pesantren menyebarkan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil alamin serta memperkuat kerukunan dan persatuan bangsa. Sementara melalui pemberdayaan masyarakat, pesantren didorong meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat.

Menteri Agama juga menegaskan bahwa Hari Santri bukan hanya milik santri dan pesantren, melainkan milik seluruh bangsa Indonesia yang menghargai perjuangan, menjunjung tinggi persatuan, dan mencintai tanah air.

Peringatan Hari Santri 2026 diharapkan menjadi momentum memperkuat semangat gotong royong serta melanjutkan perjuangan para ulama dan pahlawan melalui pengabdian nyata sesuai tantangan zaman.

Rangkaian kegiatan di Pondok Pesantren Darul Qur’an Al Anwariyah turut diisi dengan pelepasan tujuh santri untuk melanjutkan pendidikan ke Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir, serta penyerahan bantuan 40 kitab suci Al-Qur’an kepada 10 masjid di Negeri Tulehu.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung pengembangan pendidikan keagamaan sekaligus memperkuat pembinaan kehidupan beragama di tengah masyarakat.

Menutup amanatnya, Menteri Agama mengucapkan selamat Hari Santri Nasional 2026 kepada seluruh santri di Indonesia serta mengajak mereka terus belajar, berinovasi, dan berkarya demi kemajuan bangsa.

“Jadilah santri yang membawa manfaat bagi keluarga, masyarakat, bangsa, dan kemanusiaan,” demikian pesan yang disampaikan dalam amanat Hari Santri Nasional 2026.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.