AMBON,TikMalukuNews.com– Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Ambon, Yasmin Kamsurya, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa kebersamaan dan kekompakan seluruh warga madrasah menjadi kunci dalam menjaga sekaligus meningkatkan mutu pendidikan.
Yasmin Kamsurya mulai menjalankan tugas sebagai Plt Kepala MTsN Ambon sejak 18 Agustus 2026. Pada masa awal tugasnya, ia langsung melakukan konsolidasi dan koordinasi untuk memastikan seluruh aktivitas madrasah, baik dari sisi tenaga pendidik maupun kependidikan, tetap berjalan optimal.
Menurutnya, tugas sebagai Plt bukan hanya memastikan roda administrasi dan pembelajaran berjalan, tetapi juga mengawal program peningkatan mutu agar tetap sesuai dengan target dan tujuan yang telah ditetapkan madrasah hingga hadirnya kepala madrasah definitif.
“Sejak saya mulai bertugas, yang pertama kami lakukan adalah konsolidasi dan koordinasi, terutama dengan para wakil kepala madrasah. Kami mendengar, berdiskusi, dan melihat kembali program-program yang sudah berjalan, program yang akan dilaksanakan, serta hal-hal yang perlu diperkuat ke depan,” ujar Yasmin.
Ia mengatakan, koordinasi juga dilakukan bersama para guru dan tenaga kependidikan. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kesamaan persepsi serta memperkuat rasa kebersamaan dalam menjalankan tugas dan fungsi masing-masing.
Yasmin menyebut momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi kesempatan untuk memperkuat kembali semangat persaudaraan dan pengabdian seluruh warga MTsN Ambon.
“Momentum ini menjadi dasar untuk meletakkan spirit dan motivasi dalam mengoptimalkan tugas dan fungsi kita, baik sebagai guru maupun tenaga kependidikan. Kita ingin membangun suasana kerja yang penuh kekeluargaan, kebersamaan, dan tanggung jawab,” katanya.
Ia memastikan kondisi MTsN Ambon saat ini berjalan baik dan aman. Proses pembelajaran serta berbagai program madrasah tetap berlangsung tanpa gangguan berarti, dengan jumlah peserta didik yang mencapai sekitar 1.000 orang.
“Alhamdulillah, kondisi madrasah dalam keadaan baik dan aman. Proses pembelajaran dan peningkatan mutu peserta didik tetap kita kawal. Program-program yang sudah berjalan juga tetap dilaksanakan dengan baik,” ungkapnya.
Untuk menjaga kekompakan, Yasmin mengedepankan pendekatan persuasif dan kelembagaan. Ia menilai suasana kekeluargaan perlu terus dibangun agar seluruh guru dan tenaga kependidikan memiliki komitmen yang sama dalam memajukan madrasah.
“Kita dorong semangat kekeluargaan dan kebersamaan melalui berbagai pendekatan, baik secara persuasif maupun melalui rapat-rapat resmi. Setelah pelaksanaan Maulid Nabi, semangat kekompakan itu semakin kita kuatkan melalui komitmen bersama untuk menjadikan MTsN Ambon yang sudah baik menjadi lebih baik lagi,” jelasnya.
Yasmin juga menekankan bahwa guru dan tenaga kependidikan harus memandang satu sama lain sebagai bagian dari keluarga besar madrasah. Dengan niat yang tulus dan hati yang sama, seluruh pihak diharapkan dapat bersama-sama mewujudkan cita-cita peserta didik.
“Prinsipnya, kita berada dalam satu rumah besar. Guru dan tenaga kependidikan adalah saudara dalam keluarga besar MTsN Ambon. Karena itu, mari kita luruskan hati dan kuatkan niat untuk membangun madrasah ini agar lebih baik lagi,” tuturnya.
Ia menambahkan, keberadaan madrasah merupakan amanah dari para orang tua yang telah mempercayakan pendidikan anak-anak mereka selama kurang lebih tiga tahun. Amanah tersebut harus dijaga dan dituntaskan dengan sebaik-baiknya.
“Sekolah adalah tempat manusia memanusiakan manusia. Karena itu, kita harus mampu menjawab dan mewujudkan harapan orang tua yang telah menitipkan anak-anak mereka kepada kita. Amanah ini harus kita jaga, kita tuntaskan, dan kita wujudkan sesuai cita-cita serta harapan anak-anak,” tegasnya.
Menurut Yasmin, seluruh upaya tersebut pada akhirnya bermuara pada satu tujuan, yakni menjadikan MTsN Ambon sebagai jembatan bagi peserta didik untuk meraih cita-cita dan mempersiapkan mereka menjadi generasi yang mampu memberi manfaat bagi bangsa, negara, umat, dan agama.
- “Pada prinsipnya, membangun kekompakan, menjaga suasana kekeluargaan, serta meluruskan hati dan niat yang tulus menjadi dasar pengabdian kita. Dari situ kita bisa menjadi jembatan untuk mewujudkan cita-cita anak-anak sesuai harapan mereka dan amanah dari orang tua,” pungkasnya.














