TULEHU,TikMalukuNews.com– Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku bekerja sama dengan Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Maluku menggelar Perkemahan Pramuka Madrasah dan Pondok Pesantren yang dipusatkan di Bumi Perkemahan Madrasah Terpadu Tulehu, Kabupaten Maluku Tengah.
Kegiatan yang berlangsung selama sepekan, mulai 28 Juni hingga 4 Juli 2026, ini diikuti ratusan peserta dari berbagai madrasah dan pondok pesantren di Provinsi Maluku. Selain menjadi ajang pembinaan karakter bagi peserta didik, kegiatan tersebut juga dimanfaatkan untuk mengisi masa libur akhir Tahun Pelajaran 2025/2026 dengan aktivitas yang edukatif dan produktif.
Sekretaris Panitia, Nasir Subhan, mengatakan perkemahan tahun ini dirangkaikan dengan pelaksanaan Kursus Mahir Dasar (KMD) bagi para pembina Pramuka. Menurutnya, kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya pembina sekaligus memperkuat implementasi Kurikulum Berbasis Cinta, khususnya dalam menanamkan nilai cinta tanah air di lingkungan madrasah dan pondok pesantren.
“Perkemahan Pramuka Madrasah dan Pondok Pesantren ini juga dirangkaikan dengan pelaksanaan Kursus Mahir Dasar bagi para pembina. Kegiatan berlangsung di Bumi Perkemahan Madrasah Terpadu Tulehu mulai 28 Juni hingga 4 Juli 2026 sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya pembina Pramuka di madrasah dan pondok pesantren, sekaligus mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Cinta, terutama nilai cinta tanah air,” ujar Nasir.
Ia menjelaskan, peserta berasal dari Madrasah Tsanawiyah (MTs), Madrasah Aliyah (MA), dan pondok pesantren di seluruh Maluku. Hingga menjelang pelaksanaan kegiatan, tercatat sebanyak 10 MTs, 10 MA, dan 10 pondok pesantren telah mendaftarkan diri.
“Sementara ini yang telah mendaftar terdiri atas 10 Madrasah Tsanawiyah, 10 Madrasah Aliyah, dan 10 pondok pesantren. Kami berharap ke depan kegiatan ini dapat melibatkan lebih banyak peserta dari seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Maluku,” katanya.
Nasir mengungkapkan, jumlah peserta perkemahan mencapai 305 orang, sedangkan peserta Kursus Mahir Dasar (KMD) sebanyak 66 orang. Selama perkemahan, panitia menyelenggarakan sembilan cabang lomba yang memadukan unsur keagamaan, seni budaya, dan keterampilan kepramukaan.
Adapun mata lomba yang dipertandingkan meliputi lomba kaligrafi, azan, lagu religi, tarian nusantara, pionering, keterampilan kepramukaan (K3), cerdas cermat kepramukaan, serta penilaian regu tergiat dan sangga tergiat.
Menurut Nasir, kegiatan ini juga menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kompetensi para pembina Pramuka di lingkungan madrasah dan pondok pesantren, sehingga memiliki kualifikasi sesuai standar Gerakan Pramuka.
“Melalui kegiatan ini kami ingin para pembina memiliki kualifikasi dan lisensi kepramukaan yang sesuai standar Gerakan Pramuka. Hal itu penting karena untuk mengikuti kegiatan tingkat nasional, seperti Jambore Nasional, pembina minimal harus memiliki kualifikasi Mahir Lanjutan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari persiapan anak-anak madrasah dan santri di Maluku agar siap mengikuti berbagai event kepramukaan, termasuk Perkemahan Pramuka Madrasah dan Perkemahan Pramuka Santri tingkat nasional,” pungkasnya. (TMN-01)














