LANGGUR,TikMalukuNews.com— Panggung konser amal Gereja WAB di Stadion Maren Ohoijang, Sabtu malam, 3 Oktober 2026, bukan sekadar menjadi ruang pertunjukan musik. Di tengah kemeriahan konser, pesan persaudaraan lintas agama, suku, dan ras turut menguat.
Para artis yang tampil mengaku mendapat kesan mendalam dari suasana konser. Bukan hanya karena antusiasme penonton, tetapi juga karena melihat semangat persaudaraan yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Kei.
Toton Caribo menjadi salah satu artis yang tampil dengan penuh kebanggaan. Di hadapan puluhan ribu penonton, ia menegaskan kecintaannya terhadap tanah Kei, tempat dirinya tumbuh dan dibesarkan.
“Saya bangga dan bersyukur hadir mendukung konser amal ini. Saya orang Tanimbar, tapi lahir dan dibesarkan di tanah Kei. Saya bangga jadi orang Kei,” ujar Toton yang langsung disambut gemuruh penonton.
Bagi Toton, Kei merupakan sekolah kehidupan. Tumbuh besar di kompleks UPD Kota Tual bersama masyarakat WAB dan Maluku Tenggara, ia mengaku banyak belajar tentang arti persaudaraan.
“Saya tumbuh besar bersama orang Kei, orang WAB. Di sana kami diajarkan satu sayang satu. Itulah kita basudara orang Kei. Persaudaraan itu yang membentuk saya sampai hari ini,” tuturnya.
Kesan haru juga disampaikan Novia Bachmid. Penyanyi berdarah Arab-Ambon itu mengaku tersentuh melihat keberagaman yang ditampilkan dalam konser amal tersebut.
“Saya ini orang Ambon turunan Arab. Tadi saya lihat di panggung ada yang tampil dance, ada musik gereja, ada juga Samra. Itu luar biasa. Padahal ini konser amal gereja, tapi persaudaraan di Kei sangat besar tanpa memandang agama, suku dan ras,” ungkap Novia.
Novia juga mengaku, keterlibatannya dalam konser di Maluku Tenggara menjadi pengalaman tersendiri. Selama ini, ia lebih banyak tampil di luar Maluku, termasuk di berbagai daerah dan luar negeri.
Sementara itu, Kapten Hip Hop, rapper asal Ohoi Letman, turut menyampaikan kebanggaannya dapat menjadi bagian dari konser amal tersebut. Sebagai seorang muslim, ia menilai kehadirannya menjadi bagian dari semangat persaudaraan masyarakat Kei.
“Saya ini anak muslim asal Letman, tapi om, tanta, ade, kaka saya banyak yang ada di WAB. Jadi saya bangga bisa berdiri di sini mendukung penuh konser amal Gereja WAB ini. Inilah Kei yang sesungguhnya,” tegasnya.
Selain berbicara tentang persaudaraan, Toton Caribo juga menitipkan pesan kepada generasi muda Maluku Tenggara dan Kota Tual agar berani mengembangkan potensi dan mengejar cita-cita.
“Saya dulu bukan siapa-siapa, tidak punya apa-apa. Saya jatuh bangun mengejar mimpi untuk bisa masuk TV. Hari ini, saya bangga bisa membawa nama Kei di tingkat nasional,” katanya.
Ia pun mengajak anak-anak muda Kei yang memiliki talenta di bidang musik, tari, maupun seni lainnya untuk tidak takut mencoba hal-hal baru.
“Anak-anak muda Kei jangan hanya terpaku di sini. Kalau punya talenta menyanyi, dance, berkarya, jangan takut. Coba hal-hal baru. Tunjukkan diri kalian. Berani melangkah ke depan untuk hidup yang lebih baik,” pesannya.
Konser amal tersebut tidak hanya menghadirkan hiburan bagi masyarakat yang memadati Stadion Maren Ohoijang. Antusiasme penonton juga menjadi kebahagiaan tersendiri bagi para artis yang tampil dan berhasil menghibur penonton sepanjang malam.
Di bawah sorot lampu dan lantunan musik, panggung konser menjadi ruang bertemunya berbagai latar belakang. Perbedaan keyakinan tidak menjadi penghalang untuk bersama-sama menikmati pertunjukan sekaligus menguatkan persaudaraan.
Semangat Ain Ni Ain—satu untuk semua, semua untuk satu—pun terasa dalam kemeriahan konser amal Gereja WAB malam itu.(IST)












