MALTENG,TikMalukuNews.com– Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 5 Maluku Tengah menegaskan komitmennya meningkatkan mutu pendidikan dengan menggelar Focus Group Discussion (FGD) tentang penguatan literasi dan penyusunan perangkat pembelajaran bagi seluruh guru.
Kegiatan ini menjadi langkah awal menghadapi tahun pelajaran 2026/2027 sekaligus memperkuat kualitas pembelajaran berbasis Kurikulum Merdeka.
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Kabupaten Maluku Tengah, Gani Wael, menegaskan bahwa keberhasilan literasi di madrasah tidak cukup hanya mengandalkan program, tetapi membutuhkan kerja keras dan komitmen seluruh unsur pendidikan, mulai dari kepala madrasah, guru hingga peserta didik.
“Kalau berbicara tentang literasi, maka dibutuhkan kerja keras semua pihak. Kepala madrasah harus menjadi motor penggerak, guru sebagai pelaksana pembelajaran, dan siswa sebagai subjek utama. Semua harus didukung perangkat pembelajaran yang disiapkan dengan baik,” tegas Gani.
Menurutnya, budaya literasi harus terlihat nyata di lingkungan madrasah, mulai dari ruang kelas yang nyaman, inovatif, hingga sistem pembelajaran yang mampu mendorong peserta didik berpikir kritis dan kreatif.
Ia mengingatkan bahwa perangkat pembelajaran bukan sekadar dokumen administratif, melainkan fondasi utama agar proses belajar mengajar berjalan efektif. Karena itu, guru diminta terus memperbarui dan menyempurnakan perangkat pembelajaran melalui berbagai inovasi.
“Diskusi tidak boleh berhenti sebagai teori. Hasil FGD harus menjadi konsep baku yang diterapkan dalam pembelajaran. Inovasi menjadi kunci agar sesuatu yang lama dapat dikemas dengan cara baru sehingga menghasilkan kualitas pembelajaran yang lebih baik,” ujarnya.
Gani juga menekankan pentingnya peningkatan capaian literasi madrasah melalui pelaporan berbasis aplikasi nasional. Menurutnya, setiap program dan bukti kegiatan literasi harus terdokumentasi agar dapat dinilai oleh tim literasi pusat.
“Kita ingin madrasah di Maluku Tengah keluar dari zona kuning bahkan menuju zona hijau literasi. Semua perangkat yang sudah disiapkan harus dilaporkan melalui aplikasi agar menjadi dasar penilaian nasional. Ini membutuhkan kerja keras seluruh guru,” katanya.
Sementara itu, Kepala MIN 5 Maluku Tengah, Dahlan Gazam, M.Pd., menjelaskan bahwa FGD merupakan tindak lanjut hasil Kelompok Kerja Guru (KKG) yang sebelumnya telah dilaksanakan.
Fokus kegiatan diarahkan pada penyamaan persepsi tentang literasi sekaligus penyusunan perangkat pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan kurikulum.
Menurut Dahlan, terdapat sejumlah perubahan penting dalam perangkat pembelajaran yang harus dipahami guru, termasuk penguatan nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila dalam implementasi Kurikulum Merdeka di madrasah.
“Kami ingin guru tidak hanya memahami teori, tetapi langsung menghasilkan perangkat pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan saat ini. Setelah FGD, guru akan melaksanakan micro teaching sehingga kesiapan mereka menghadapi tahun pelajaran baru dapat diukur,” jelasnya.
Ia menambahkan, output utama kegiatan ini adalah meningkatnya kompetensi teknis guru dalam menyusun perangkat pembelajaran, mengambil keputusan dalam proses belajar mengajar, serta menciptakan pembelajaran yang lebih berkualitas dan berorientasi pada kebutuhan peserta didik.
Dahlan berharap penguatan literasi dan perangkat pembelajaran yang dilakukan MIN 5 Maluku Tengah mampu melahirkan sumber daya manusia yang unggul, sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pendidikan madrasah di Kabupaten Maluku Tengah.(TMN-01)













