Ambon,TikaMalukuNews.com-Dalam kesempatan itu, Latuconsia menyampaikan bahwa keberadaan Masjid Ramah Pemudik dapat menjadi tempat singgah yang aman, nyaman, dan gratis bagi pemudik jarak jauh. Selain itu, program ini juga menjadi sarana penguatan komunitas yang mencerminkan pelayanan publik berbasis kebersamaan dan solidaritas sosial.
Menurutnya, masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat pelaksanaan ibadah ritual seperti salat, tetapi juga memiliki peran sosial yang besar dalam memberikan pelayanan kepada umat dan masyarakat luas. Pada momentum Nataru, masjid diharapkan mampu menjadi ruang yang ramah dan memberikan manfaat bagi siapa pun yang membutuhkan tempat istirahat selama perjalanan.

“Pada momentum Nataru ini, banyak masyarakat yang melakukan perjalanan, baik pemudik maupun warga yang berlibur akhir tahun. Tidak hanya umat Islam, tetapi juga masyarakat nonmuslim. Mudah-mudahan jika ada pemudik yang mampir, masjid bisa menjadi tempat yang nyaman untuk beristirahat,” ujarnya.
Lebih lanjut dijelaskan bahwa Program Masjid Ramah Pemudik merupakan wujud nyata peran strategis rumah ibadah sebagai pusat pelayanan umat. Masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga ruang pelayanan sosial, kemanusiaan, dan kebersamaan bagi seluruh masyarakat tanpa memandang latar belakang.
Hal tersebut, tegasnya, merupakan bentuk nyata pengamalan nilai moderasi beragama, toleransi, dan kepedulian sosial yang terus dibangun di Provinsi Maluku.(TM-01)














