AMBON,TikMalukuNews.com – PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) Cabang Ambon terus memperkuat transformasi digital dalam pelayanan kepada masyarakat. Kini seluruh proses pemesanan tiket kapal penumpang maupun layanan pengiriman barang telah dilakukan secara daring melalui berbagai aplikasi dan kanal pembayaran yang terintegrasi.
Hal itu disampaikan Kepala Cabang PT PELNI Ambon, Ridwan Mandaliko, dalam kegiatan Jumpa Pers Media bertajuk Silaturahmi, Komunikasi, Koordinasi, dan Kolaborasi yang berlangsung di Kantor PELNI Ambon, Rabu (22/7).
Ridwan menjelaskan, digitalisasi layanan menjadi bagian dari upaya PELNI memberikan kemudahan, kecepatan, dan transparansi kepada pengguna jasa. Untuk layanan kargo, PELNI kini menggunakan aplikasi MyCargo sebagai satu-satunya sistem pemesanan muatan.
“Seluruh proses pemesanan barang sekarang dilakukan melalui aplikasi MyCargo. Tidak ada lagi booking muatan secara manual. Setelah pelanggan melakukan pemesanan, data diverifikasi oleh PELNI, pembayaran dikonfirmasi, kemudian diterbitkan surat perintah bongkar muat kepada pihak pelaksana di pelabuhan,” jelasnya.
Menurut Ridwan, sistem tersebut membuat seluruh proses pengiriman barang lebih tertata, mulai dari reservasi, pembayaran hingga pelaksanaan bongkar muat. Selain itu, tersedia pula layanan pengiriman barang ritel dengan sistem perhitungan berdasarkan berat barang, sehingga memudahkan masyarakat yang ingin mengirim paket dalam jumlah kecil.
Di sektor angkutan penumpang, Ridwan mengatakan pembelian tiket kapal PELNI juga telah sepenuhnya berbasis digital. Masyarakat dapat membeli tiket melalui aplikasi PELNI Mobile maupun berbagai kanal pembayaran yang telah bekerja sama dengan PELNI, seperti BCA, BNI, BRI, Mandiri, Indomaret, Alfamidi, dan mitra lainnya.
“Semua kami lakukan untuk mempermudah masyarakat mendapatkan layanan PELNI tanpa harus datang ke kantor. Pembayaran juga langsung terhubung secara online sehingga lebih aman dan praktis,” ujarnya.
Ridwan menambahkan, Cabang Ambon merupakan cabang kelas I yang membawahi wilayah Ambon, Banda, Geser, dan Saumlaki. Dalam sebulan, wilayah kerja PELNI Ambon melayani lebih dari 100 kunjungan kapal, baik kapal penumpang maupun kapal perintis, yang menghubungkan berbagai wilayah di Maluku hingga kawasan timur Indonesia.
Selain meningkatkan layanan transportasi, PELNI Ambon juga mulai mengembangkan berbagai layanan komersial, salah satunya program Tour On Board, yakni wisata edukasi di atas kapal. Program tersebut menyasar pelajar dan masyarakat untuk mengenal lebih dekat operasional kapal, fasilitas, serta dunia pelayaran melalui tur yang dipandu langsung oleh perwira kapal.
“Kami berharap komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi dengan media terus terjalin dengan baik. Media merupakan mitra strategis PELNI dalam menyampaikan informasi pelayanan kepada masyarakat,” tutup Ridwan.(TMN-01)














