Pelni Respons Cepat Dampak Tabrakan KM Sanus 106, Warga Banda Terima Ganti Rugi

oleh -0 views
banner 468x60

AMBON,TikMalukuNews.com— PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) Cabang Ambon bergerak cepat menangani dampak insiden tabrakan KM Sabuk Nusantara (Sanus) 106 di Banda Neira, Kabupaten Maluku Tengah.
Sejumlah rumah warga dan perahu yang terdampak kini mulai diperbaiki sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan.

Kepala PELNI Cabang Ambon, Ridwan Mandaliku, kepada media ini, Senin(11/5) mengatakan pihaknya bersama PELNI pusat dan Cabang Banda langsung melakukan langkah cepat sesaat setelah insiden terjadi.

banner 336x280

“Sejak kejadian KM Sabuk Nusantara 106 di Banda Neira, kami dari PELNI Cabang Ambon, Cabang Banda hingga PELNI pusat langsung melakukan gerak cepat untuk mengantisipasi dan menangani dampak yang terjadi,” ujar Ridwan.

Menurutnya, langkah pertama yang dilakukan adalah mengecek langsung rumah warga yang terdampak serta membangun komunikasi dengan masyarakat yang mengalami kerugian akibat insiden tersebut.

“Kami sudah berkoordinasi dengan warga terdampak dan PELNI siap mengganti seluruh kerugian yang diakibatkan oleh KM Sabuk Nusantara 106,” katanya.

Ridwan menjelaskan, proses perbaikan rumah warga terdampak sudah mulai dilakukan. Meski sebagai perusahaan BUMN harus mengikuti prosedur dan aturan yang berlaku, namun PELNI memastikan seluruh proses penanganan tetap berjalan cepat.

“Rumah yang terdampak sudah mulai diperbaiki dan itu menjadi tanggung jawab kami sampai seluruh perbaikan selesai,” tegasnya.

Terkait penyebab insiden, Ridwan menyebut dugaan sementara akibat gangguan mesin kapal. Namun demikian, tim dari pusat masih terus melakukan investigasi menyeluruh.

“Untuk penyebab kejadian masih dalam pemeriksaan. Dugaan sementara ada gangguan pada mesin kapal, tetapi tim pusat masih melakukan investigasi lebih lanjut,” jelasnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa kapal telah menjalani pemeriksaan oleh Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), baik di Banda Neira maupun saat tiba di Ambon. Setelah melalui pemeriksaan dan uji coba pelayaran, kapal dinyatakan laik laut dan kembali beroperasi.

“Alhamdulillah kapal sudah dinyatakan laik laut dan dapat kembali beroperasi setelah melalui pemeriksaan dan pemantauan dari BKI maupun KSOP,” ungkap Ridwan.

Ridwan menegaskan, pihaknya juga telah mengingatkan seluruh nahkoda dan awak kapal, khususnya kapal perintis, agar selalu mengedepankan keselamatan dan kehati-hatian saat berlayar.

“Kami menekankan kepada seluruh ABK bahwa keselamatan adalah prioritas utama. Kapal bukan hanya mengangkut barang, tetapi membawa manusia dan keselamatan jiwa harus menjadi perhatian utama,” tandasnya.

Sebelumnya, KM Sabuk Nusantara 106 mengalami insiden saat proses sandar di Pelabuhan Banda Neira pada Selasa (28/4). Gangguan mesin membuat kapal tidak dapat dikendalikan secara optimal hingga menabrak satu unit penginapan dan dua perahu milik warga. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.(TMN-01)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.