SBB, TikMalukuNews.com – Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Maluku menunjukkan kepedulian terhadap warga terdampak bentrokan di Desa Patahuwe, Kecamatan Taniwel, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), dengan menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada para pengungsi, Rabu (16/9/2026).
Bantuan diserahkan langsung oleh Kakanwil Kemenag Maluku, Dr. H. Yamin, bersama jajaran pejabat eselon III Kanwil Kemenag Maluku di lokasi pengungsian yang berada di Balai Desa Taniwel. Bantuan tersebut secara simbolis diterima Ketua Klasis GPM Taniwel, Pdt. J. Makatita.
Bantuan yang disalurkan berupa ratusan paket sembako, 200 paket makanan ringan untuk anak-anak, 200 Alkitab, serta voucher senilai Rp30 juta untuk mendukung kebutuhan pembangunan Pastori Patahuwe. Bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian Kemenag Maluku terhadap masyarakat yang terdampak situasi konflik.
Kakanwil Kemenag Maluku, Dr. H. Yamin, mengatakan kehadiran Kemenag di tengah masyarakat terdampak konflik merupakan bagian dari tugas dan fungsi Kementerian Agama dalam membangun kerukunan serta memberikan manfaat bagi umat.
“Ketika terjadi konflik seperti ini, kita harus cepat tanggap dan turun langsung. Kita tidak bisa datang dengan tangan kosong, tetapi harus ada sesuatu yang kita bawa dan bisa memberikan manfaat bagi masyarakat yang terdampak,” kata Yamin.
Menurutnya, bantuan yang diberikan bukan sekadar bantuan material, tetapi juga menjadi bentuk solidaritas agar warga terdampak tidak merasa sendiri dalam menghadapi situasi sulit. Ia berharap bantuan tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan warga sekaligus memperkuat kebersamaan dan keharmonisan antarumat beragama.
“Kita ingin mereka yang terdampak konflik ini merasa bahwa mereka tidak sendiri. Minimal ada yang bisa kita lakukan untuk menciptakan kebersamaan, keharmonisan dan kerukunan, sekaligus menunjukkan bahwa Kementerian Agama hadir mengayomi masyarakat,” ujarnya.
Usai menyerahkan bantuan, Kakanwil bersama rombongan meninjau langsung kondisi para pengungsi yang menempati tenda-tenda pengungsian. Pada kesempatan tersebut, rombongan juga membagikan ratusan paket makanan ringan kepada anak-anak pengungsi.
Selain memberikan bantuan kepada pengungsi Patahuwe, Kakanwil Kemenag Maluku juga menyerahkan bantuan uang tunai kepada empat warga Desa Lisabata yang menjadi korban luka tembak dalam insiden tersebut.
Bantuan kemanusiaan ini disalurkan menyusul bentrokan antara warga Desa Lisabata dan Desa Patahuwe pada Jumat (11/9/2026). Berdasarkan data yang disampaikan, sebanyak 27 rumah warga di Desa Patahuwe terbakar dan 118 kepala keluarga terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih aman.
Yamin juga mengajak seluruh pihak untuk mengedepankan upaya pencegahan dan menyerahkan penanganan persoalan keamanan kepada aparat yang berwenang sesuai dengan ketentuan hukum.
“Kita berharap ke depan ada langkah mitigasi dan pencegahan agar kejadian seperti ini tidak kembali terjadi. Untuk setiap persoalan yang terjadi, kita serahkan penanganannya kepada aparat keamanan agar dapat diproses sesuai jalur hukum,” pungkasnya.












