AMBON,TikMalukuNews.com– Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Provinsi Maluku mulai menerapkan strategi baru untuk mendongkrak prestasi kafilah pada Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional 2026 yang akan berlangsung di Semarang, 11 September mendatang.
Langkah ini dilakukan dengan memetakan seluruh cabang lomba berdasarkan peluang meraih prestasi, sekaligus memfokuskan pembinaan pada nomor-nomor yang dinilai paling berpotensi menyumbang hasil terbaik bagi Maluku.
Pelaksana Tugas (Plt) Ketua LPTQ Maluku, Kasrul Selang, mengatakan MTQ Nasional tahun ini mempertandingkan 46 cabang dan golongan lomba, sama seperti MTQ tingkat Provinsi Maluku. Seluruh cabang tersebut kemudian dipetakan ke dalam tiga kategori, yakni unggulan, unggulan satu, dan unggulan dua.
Menurutnya, pemetaan dilakukan berdasarkan rekam jejak prestasi, kualitas peserta, serta tingkat persaingan di tingkat nasional agar pola pembinaan dan penggunaan anggaran menjadi lebih efektif.
“Kami sudah memetakan seluruh mata lomba menjadi tiga kategori, yakni unggulan, unggulan satu, dan unggulan dua. Pemetaan ini didasarkan pada rekam jejak prestasi dan peluang bersaing di tingkat nasional sehingga pembinaan bisa lebih fokus, terarah, dan tepat sasaran,” ujar Kasrul.
Dari hasil pemetaan tersebut, sebanyak 13 peserta dan golongan lomba ditetapkan sebagai kategori unggulan. Cabang-cabang ini dinilai memiliki peluang terbesar mendongkrak posisi Maluku pada MTQ Nasional sehingga menjadi prioritas pembinaan dan mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Maluku.
“Target kami bukan sekadar ikut MTQ Nasional, tetapi harus ada lonjakan prestasi. Karena itu kami memprioritaskan 13 peserta yang dinilai paling berpeluang membawa nama Maluku bersaing di level nasional,” tegasnya.
Sementara itu, 17 peserta lomba lainya masuk kategori unggulan satu. Pesertanya tetap merupakan juara pertama MTQ Provinsi Maluku, namun peluang bersaing di tingkat nasional masih perlu diperkuat melalui dukungan pemerintah kabupaten dan kota.
Sedangkan 16 lainnya masuk kategori unggulan dua. Para pesertanya juga merupakan juara tingkat provinsi, namun peluang meraih prestasi nasional dinilai belum sekuat cabang-cabang yang menjadi prioritas utama.
Kasrul menjelaskan, pembagian kategori tersebut sekaligus menjadi dasar penyusunan skema pembiayaan keberangkatan peserta. Untuk kategori unggulan, seluruh kebutuhan peserta ditanggung Pemerintah Provinsi Maluku.
Pada kategori unggulan I, Pemerintah Provinsi hanya menanggung akomodasi, lpnsumsi dan seragam peserta, Sementara itu, transportasi, dan kebutuhan lainnya menjadi tanggung jawab pemerintah kabupaten/kota masing – masing.
“Kalau pemerintah kabupaten dan kota berminat mengirimkan peserta pada kategori unggulan satu, kami sangat terbuka. Provinsi menanggung akomodasi, konsumsi dan seragam peserta sedangkan kebutuhan transportasi dan lainnya menjadi tanggung jawab pemerintah kab/kota masing-masing,” jelasnya.
Sementara untuk kategori unggulan dua, seluruh beban peserta menjadi tanggung jawab pemerintah kabupaten dan kota masing – masing asal peserta
Selain memfokuskan pembinaan, LPTQ Maluku juga menyiapkan program pemusatan latihan khusus bagi peserta kategori unggulan. Sebanyak 13 peserta terbaik akan menjalani training center selama kurang lebih satu bulan di salah satu pondok pesantren di Bekasi sebelum bertolak ke Semarang.
Di sana, para peserta akan mendapat pembinaan intensif dari para kiai dan buya untuk menyempurnakan kualitas tilawah, teknik membaca Al-Qur’an, hingga kesiapan menghadapi persaingan nasional.
“Sebagai langkah meningkatkan prestasi, khusus 13 peserta kategori unggulan akan kami kirim mengikuti pemusatan latihan di salah satu pondok pesantren di Bekasi selama kurang lebih satu bulan. Mereka akan dibimbing langsung oleh para kiai dan buya agar kualitas tilawah dan kemampuan mereka semakin matang sebelum tampil di MTQ Nasional,” ungkap Kasrul.
Ia berharap strategi baru tersebut mendapat dukungan penuh dari seluruh pemerintah kabupaten dan kota, mengingat peningkatan prestasi MTQ merupakan tanggung jawab bersama.
“Saya berharap semua pihak dapat memahami kebijakan ini dan melihat kondisi yang ada. Strategi ini bukan untuk membatasi keikutsertaan daerah, tetapi agar pembinaan dan anggaran benar-benar diarahkan pada cabang yang berpeluang membawa prestasi. Semakin kuat sinergi pemerintah provinsi dan kabupaten/kota, semakin besar peluang Maluku mencatat hasil terbaik di MTQ Nasional,” pungkasnya.(TMN-01)














