Motif Khas Batik Kei Didorong Dapat Perlindungan Indikasi Geografis

oleh -5 views
banner 468x60

MALRA, TikMalukuNews.com — Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendorong pengembangan Batik Kei di Kabupaten Maluku Tenggara, Provinsi Maluku, melalui penciptaan motif khas yang merepresentasikan identitas budaya Kei.

Motif tersebut diarahkan agar memiliki karakter kuat dan mudah dikenali sebagai produk khas daerah. Pengembangannya juga didorong untuk memperoleh perlindungan Indikasi Geografis (IG) sebagai bagian dari upaya menjaga kekayaan intelektual dan meningkatkan nilai tambah Batik Kei.

banner 336x280

Sekretaris Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka Kemenperin, Yedi Sabaryadi, mengatakan pengembangan motif khas perlu dilakukan secara serius dengan melibatkan perajin lokal.

Hal itu disampaikannya saat membuka Pendampingan Teknis Produksi bagi IKM Olahan Kelapa di Hotel Aurelia Kimson, Kabupaten Maluku Tenggara, Selasa (22/9/2026).

Yedi mengatakan, Maluku Tenggara memiliki peluang untuk mengembangkan satu motif batik yang benar-benar mencerminkan karakter dan identitas Kei.

«“Mudah-mudahan nanti ada satu motif batik yang khas dari Maluku Tenggara, mungkin bisa juga untuk hak kekayaan intelektualnya diajukan untuk IG,” kata Yedi.»

Menurutnya, motif khas tersebut tidak hanya berfungsi sebagai identitas visual, tetapi juga dapat menjadi bagian dari upaya perlindungan terhadap produk budaya daerah.

Karena itu, Kemenperin mendorong koordinasi dengan Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum agar proses perlindungan kekayaan intelektual dapat dipersiapkan dengan baik.

“Ini kenapa terus kita gaungkan, karena desain batik kita jangan sampai tercuri oleh negara lain,” ujarnya.

Yedi menilai pengembangan Batik Kei perlu dibarengi dengan peningkatan keterampilan dan kreativitas para perajin. Penguatan sumber daya manusia menjadi penting agar motif yang dihasilkan memiliki kualitas, konsistensi, dan daya saing.

Kemenperin juga melihat peluang pengembangan pasar Batik Kei melalui pemanfaatannya sebagai seragam sekolah. Langkah tersebut dapat dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan kemampuan produksi perajin lokal.

“Kita kecil-kecilan dulu, mudah-mudahan nanti dari situ bisa berkembang dengan potensi daya inovasi dan desain teman-teman di Maluku Tenggara,” kata Yedi.

Selain memperluas pasar, penggunaan batik lokal juga diharapkan dapat menciptakan permintaan yang berkelanjutan bagi produk perajin.

Untuk mendukung hal itu, Kemenperin berencana mendorong peningkatan kapasitas sumber daya manusia, mulai dari keterampilan membatik hingga pengembangan desain dan mutu produk.

“Nanti kami bersama dengan beberapa pembina khusus untuk batik, ada di bidang sandang dan kerajinan. Nanti coba kita lihat bagaimana meningkatkan kualitas SDM untuk membatiknya,” ujarnya.

Dengan penguatan motif, peningkatan kualitas perajin, dan upaya memperoleh perlindungan Indikasi Geografis, Batik Kei diharapkan memiliki identitas yang semakin kuat sekaligus mampu berkembang sebagai produk kreatif berbasis budaya daerah.

Pengembangan motif yang mengangkat unsur budaya, alam, dan karakter Kei juga menjadi salah satu langkah untuk memperkuat posisi Batik Kei di pasar lokal maupun lebih luas tanpa kehilangan ciri khas daerah. (IST)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.